Mantan Aktivis OPM Miris dengan Natalius Pigai

    Medcom - 08 Oktober 2021 23:23 WIB
    Mantan Aktivis OPM Miris dengan Natalius Pigai
    Mantan aktivis Organisasi Papua Merdeka, John Al. Norotouw. Dokumentasi/ istimewa



    Jakarta: Mantan aktivis Organisasi Papua Merdeka, John Al. Norotouw, mengutuk ucapan eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, yang mencoba mengadu domba rakyat papua melalui media sosialnya. John mengatakan momen PON XX 2021 Papua harusnya menjadi momen untuk Indonesia lebih erat bersatu.

    Justru yang diucapkan Natalius Pigai berbanding terbalik dengan kenyataan yang berlangsung di Tanah Papua.

     



    "Sedikit miris, anda teriak di Jakarta ibu kota negara kita sementara Presiden Jokowi sedang berdiri di pinggir jalan, di pasar mama Papua membeli noken Papua dan bercakap bersahaja dengan mama-mama Papua, di kota Jayapura menggantikan dirimu sebagai anak asli Papua," kata John dalam keterangan pers, Jumat, 8 Oktober 2021.

    Baca: Laporan Terhadap Natalius Pigai Diteliti Polisi

    Dia menjelaskan momen Presiden Jokowi bermain sepak bola, berdansa, memukul tifa, dan berdiri di antara orang Papua secara tidak langsung menjadi potret kedekatan pemerintah dengan rakyatnya. Menurut dia hal tersebut menjadi modal yang sangat berharaga untuk Indonesia meningkatkan kesejahteraan rakyatnya termasuk di Tanah Papua.

    Menurut John Presiden selalu mendapat sambutan hangat dari rakyat ketika melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Menurut dia hal tersebut juga menjadi bukti jika Presiden Jokowi bisa mempersatukan bangsa, tak seperti yang diungkap Natalius Pigai.

    "Luar biasa perasaan bersatunya batin antara masyarakat Papua dan Presiden Jokowi. Di daerah-daerah yang dikunjungi Presiden, rakyat menyambut beliau dengan rasa riang gembira, mengajak beliau dan Ibu Negara Iriana, berdansa, bergoyang dalam irama dan lagu tentang kehangatan batin kedamaian yang saling melekat dan bahkan ada yang mencucurkan air mata kegembiraan mereka, Pak Jokowi orang Papua, Pak Jokowi Presiden kami," ungkap John.

    Sebelumnya Natalius Pigai membuat gaduh di media sosial Twitter. Natalius dianggap telah berbuat rasis kepada Kepala Negara dan GUbernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
     
    "Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet, dan sampah," cuit akun @NataliusPigai2, Jumat, 1 Oktober 2021.
     
    "Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang ketidakadilan," tulis akun milik Natalius Pigai tersebut.

    Buntut dari perbuatannya itu, Natalius Pigai dilaporkan oleh Ketua Umum Kelompok Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, ke polisi. Laporan Adi teregistrasi dengan nomor : LP/B/0601/X/2021/SPKT/Bareskrim Polri, tanggal 4 Oktober 2021.
     
    Natalius Pigai diduga melakukan tindak pidana penghinaan, ujaran kebencian, hatespeech melalui media elektronik sesuai Pasal 45a ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 156 dan/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHP.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id