Gerbong Medis di Madiun Bisa Menampung 252 Pasien Covid-19

    Antara - 22 Januari 2021 12:22 WIB
    Gerbong Medis di Madiun Bisa Menampung 252 Pasien Covid-19
    Wali Kota Madiun Maidi (kiri) bersama jajaran didampingi perwakilan PT INKA meninjau kereta medis darurat. (Antara/Diskominfo Kota Madiun/ Lr)



    Madiun: Wali Kota Madiun Maidi meninjau kereta atau gerbong medis darurat buatan PT Industri Kereta Api (INKA), pada Rabu, 20 Januari 2021. Gerbong medis itu dapat menampung 252 pasien covid-19.

    "Saya berterimakasih sekali kepada PT INKA yang menyiapkan gerbong-gerbong atau kereta untuk ruang isolasi. Insyaallah akan kita pinjam untuk Kota Madiun dan sekitarnya," ujar Maidi seusai meninjau Emergency Medical Train (EMT) di PT INKA (Persero) Madiun, melansir Antara, Jumat, 22 Januari 2021.
     
    Gerbong medis darurat itu akan digunakan sebagai ruang isolasi pasien covid-19 di Kota Madiun, Jawa Timur dan sekitarnya. Saat ini Jawa Timur bagian barat, Madiun dan sekitarnya diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), lantaran ruang isolasi penuh.






    EMT atau kereta medis darurat PT INKA memiliki tiga "trainset" atau rangkaian dengan total 24 gerbong. Rinciannya 18 gerbong untuk pasien dan enam gerbong untuk tenaga medis yang bertugas.

    Baca: Melanggar PPKM, 13 Tempat Hiburan di Surabaya Disegel

    “Kereta medis darurat tersebut dapat menampung 252 pasien dan tenaga 72 medis,” terangnya.
     
    Selain itu, kereta juga dilengkapi fasilitas kesehatan. Mulai lemari penyimpanan obat, lemari pendingin, alat bantu pernafasan lengkap dengan oksigennya, dan sebagainya yang mendukung penanganan isolasi kasus covid-19.

    "Alatnya lengkap semua dan memang didesain untuk urusan medis. Ini terus kita koordinasikan termasuk untuk tenaga medisnya. Semoga dalam minggu-minggu ini sudah bisa digunakan," kata dia.

    Baca: Bupati Sleman Yakin Tertular Covid-19 Bukan Karena Vaksin

    Maidi berharap, kereta medis darurat itu tidak sampai digunakan. Sebab, diharapkan sudah tidak ada lagi penambahan kasus konfirmasi covid-19 di Kota Madiun.
     
    Kalaupun digunakan, tidak semua rangkaian gerbongnya. Karena itu, ia meminta peran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

    "Kalau warga tidak patuh dan kasus terus bertambah sedang ruang isolasi penuh, apa tidak kasihan. Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan dan ini sedang kita upayakan. Tetapi masyarakat juga harus patuh. Jangan semaunya sendiri," kata mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id