600 Lebih Pedemo di Jatim Ditangkap, Didominasi Pelajar

    Amaluddin - 08 Oktober 2020 23:01 WIB
    600 Lebih Pedemo di Jatim Ditangkap, Didominasi Pelajar
    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Medcom.id/Amal)
    Surabaya: Jumlah pedemo penolak omnibus law yang ditangkap polisi bertambah 634, sebelumnya 200 orang. Mereka yang ditangkap didominasi pelajar.

    "Demo yang di Surabaya di depan Gedung Grahadi ada sebanyak 505 orang yang diamankan, dan di Malang ada 129 orang, total untuk kejadian di Surabaya dan Malang sebanyak 634 orang," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis malam, 8 Oktober 2020.

    Truno menerangkan, massa aksi didominasi pelajar yang tidak paham gerakan demonstrasi. Dia menilai, para pelajar ikut berdemo untuk meramaikan penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). 

    "Kita lihat ada anak-anak yang kita rasa belum paham tentang apa esensi dari gerakan ini. Tentunya ini masih kita dalami, yang jelas mereka bukan merupakan elemen dari buruh yang ada melakukan esensi pendapatannya," kata Truno.

    Baca: Kota Surabaya Dirusak, Risma Memarahi Pedemo

    Truno memastikan, menindak tegas pelaku yang telah merusak berbagai fasilitas umum, seperti pot bunga, rambu lalu lintas, tempat sampah, mobil polisi, hingga membakar pos polisi yang ada di depan Mal Tunjungan Plaza (TP). Pelaku akan dijerat sesuai hukum berlaku.

    "Makanya kita dalami dulu, kita akan lihat dari berbagai perannya. Misalnya kita lihat ada berbagai pengerusakan fasilitas umum atau pagar Gedung Grahadi, kemudian ada Pasal 218 jo 212 melawan petugas," jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim, Ahmad Fauzi, menyampaikan terima kasih kepada Polda Jatim yang telah mengamankan dan memberikan pelayanan terbaik atas jalannya aksi demo. Namun, Fauzi menyayangkan karena aksi diciderai penyusup yang sengaja membuat ricuh.

    Baca: 54 Pelajar di Serang Ditangkap Diduga Hendak Ikut Aksi

    "Saya atas nama SPSI Jatim mengucapkan terimakasih, betapa rakyat pekerja dan buruh Jatim berkumpul di kantor Gubernur untuk menyuarakan aspirasi, bukan hanya menolak Omnibus Law. Tapi juga meminta bapak Presiden untuk mencabut sesegera mungkin UU Cipta Perja," ucapnya. 

    Selain itu, Fauzi juga menyayangkan aksi tersebut di nodai oleh pelajar yang membuat demontrasi menjadi rusuh. Bahkan, kata dia, ada buruh yang menjadi korban lemparan batu oleh pelajar.

    "Mereka diluar dugaan kita menyusup memprovokasi kegiatan pekerja, kegiatan para buruh, dengan membawa batu, membawa pentungan dan lain-lain," ujarnya.

    Dia meminta, agar perusuh saat aksi ditindak sesuai hukum yang berlaku. Lantaran ada buruh yang menjadi korban.


    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id