Khofifah Sebut Pelibatan Pelajar dalam Aksi Tolak Omnibus Law Sistematis

    Amaluddin - 13 Oktober 2020 16:21 WIB
    Khofifah Sebut Pelibatan Pelajar dalam Aksi Tolak Omnibus Law Sistematis
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut gelombang pelajar yang ikut aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja terencana dan sistematis. Pasalnya, gerakan para pelajar itu hampir terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Jatim.

    "Pengerahan anak-anak SMA/SMK hampir 70 persen ini kok sepertinya merata. Mulai di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan di Jatim juga begitu. Kemudian Medan, Sulawesi Selatan kok sepertinya semuanya sama," kata dia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 13 Oktober 2020. 

    Ia menyayangkan aksi yang diikuti para pelajar hingga berujung kerusuhan. Khofifah meyakini siswa sekolah menengah itu tak paham esensi yang dibawa saat demonstrasi alih-alih ikut-ikutan.

    Eks Menteri Sosial itu pun menginstruksikan kepala sekolah untuk menghalau keterlibatan para siswa untuk ikut aksi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Ia juga meminta kepada kepala sekolah melakukan dua pendekatan, melalui wali murid dan siswa. 

    Baca juga: Seorang Polisi di Yogyakarta Alami Strok Usai Amankan Demo

    Selain itu, para komite sekolah juga perlu diajak mencari solusi dalam mengawasi dan mengarahkan orang tua siswa untuk membimbing agar anak tidak ikut-ikutan aksi. Termasuk pelibatan OSIS untuk melakukan pendekatan terhadap para pelajar.

    "Sampaikan ke mereka untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada teman-temannya," ujarnya.

    Khofifah melihat pendekatan teman sebaya melalui OSIS efektif mencegah pelajar turun ke jalan. "Dengan diksi ala milenial. Saya rasa mereka bisa sampaikan pesan-pesan itu." 

    Sementara itu untuk menyosialisasikan Undang-Undang Cipta Kerja, Khofifah mengaku telah meminta Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, untuk mengirimkan salinan dari keterangan pemerintah. Dengan begitu ia berharap banyak yang mengerti tentang detail undang-undang tersebut.

    "Paling tidak penjelasan umum dari Kemenko Perekonomian nanti saya minta Kepala Diddik kirimkan via Whatsapp, tak usah email juga bisa," jelasnya.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id