comscore

Hakim Itong Didakwa Terima Suap Sejumlah Perkara

Amaluddin - 21 Juni 2022 17:51 WIB
Hakim Itong Didakwa Terima Suap Sejumlah Perkara
ilustrasi/Medcom.id
Surabaya: Sidang perkara tindak pidana korupsi Hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat, tidak hanya satu perkara. Ternyata Hakim Itong juga menerima suap dalam perkara lainnya.

Hal ini terungkap dalam dakwaan yang yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa, 21 Juni 2022. Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU Wawan Yunarwanto terungkap Itong menerima uang dalam perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika (PT. SGP).
Ia juga menerima suap dalam perkara penetapan ahli waris dengan nomor perkara 1402/Pdt.P/2021/PN.Sby tentang penetapan ahli waris Made Sri Manggalawati. Selain Itong, suap juga diterima Panitera Pengganti Mohammad Hamdan dan pengacara RM Hendro Kasiono.

Seperti halnya perkara PT SGP, pengacara Hendro mengurusi perkara tersebut dengan penghubung Panitera Pengganti M Hamdan.

“RM Hendro Kasiono mendaftarkan permohonan perkara waris tersebut sekaligus menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada Mohammad Hamdan dan menyampaikan agar perkara tersebut disidangkan oleh terdakwa (hakim Itong),” kata Wawan saat membacakan dakwaan, Selasa, 21 Juni 2022.

Ia menambahkan uang tersebut diserahkan Hamdan pada Itong dan menyampaikan pesan terkait dengan perkara pesanan tersebut. Usai uang tersampaikan Pengadilan Negeri Surabaya mengeluarkan penetapan nomor 1402/Pdt.P/2021/PN.Sby yang menunjuk hakim Itong dan M Hamdan sebagai Panitera Pengganti.

Baca: Ade Yasin Diduga Perintahkan Anak Buahnya Suap Auditor BPK

Atas penunjukkan tersebut, Hamdan menyampaikan kepada sang pengacara jika sidang perkara yang diminta telah ditetapkan jadwal sidangnya. Sebelum jatuh tanggal sidang, Hamdan meminta uang lagi pada sang pengacara sebesar Rp1 juta. Uang itu, disebutnya sebagai kekurangan uang yang diberikan sebelumnya.

“Pada 10 September 2021, M Hamdan menghubungi Hendro Kasiono dan menyampaikan bahwa uang yang diberikan pada terdakwa (Hakim Itong) kurang Rp1 juta” ujarnya.

Usai urusan tersebut, pada 16 September 2021, perkara itu diputus oleh Hakim Itong. Hasilnya, putusan tersebut sesuai keinginan sang pengacara, yakni mengabulkan permohonan ahli waris Made Sri Manggalawati.

“OTT (operasi tangkap tangan) ini terkait dengan PT Soyu. Namun, dalam proses penyidikannya ada waris yang Made Manggalawati. Sehingga tiga orang ini, totalnya Rp450 juta untuk dua perbuatan. Dalam penyidikan muncul pemberian yang lain, sehingga kita masukkan gratifikasi untuk Pak Itong dan Pak Hamdan saja,” ujar dia.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU dari KPK, disebutkan jika ketiga terdakwa juga terlibat perkara lain. Perkara pembubaran PT SGP yang menjadi pemicu awal adanya OTT KPK. Dari perkara ini, ketiga terdakwa dianggap menerima suap Rp400 juta.

Jika ditambah dengan perkara penetapan waris, maka total yang diterima oleh terdakwa sebesar Rp450 juta. Atas perkara ini, Hakim Itong dan M Hamdan dijerat dengan pasal berlapis.

Itong Isnaeni dan Hamdan sebagai penerima suap didakwa pasal Kesatu: Pasal 12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1. Sedangkan, terdakwa Hendro Kasiono sebagai pemberi suap didakwa Kesatu: Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id