comscore

2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS Ditahan

Triawati Prihatsari - 26 Januari 2022 13:08 WIB
2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS Ditahan
Kapolresta Solo, Kombes Ade S Simanjuntak (tengah) melakukan jumpa pers penetapan tersangka kasus meninggalnya mahasiswa UNS saat ikuti Diklatsar Menwa. Medcom.id / triawati
Solo: Tersangka kasus tewasnya mahasiswa UNS Solo setelah mengikuti kegiatan pendidikan dasar (diksar) Menwa resmi ditahan di Rutan Kelas IA Solo. Dua tersangka, NFM Dan FPJ ditahan sejak 18 Januari 2022. 

"Saat ini kedua tersangka sedang menyelesaikan masa karantina selama 14 hari. Sesuai dengan kebijakan terkait penanganan pandemi, setiap warga binaan baru harus menjalankan karantina 14 hari untuk mencegah penyebaran covid-19 dalam Rutan," terang Kasi Pelayanan Rutan Kelas IA Solo, David Saptoaji, di Solo, Rabu, 26 Januari 2022.
Dia mengatakan, karantina warga binaan baru di Rutan Solo disesuaikan dengan kondisi rutan karena kelebihan kapasitas. Pasalnya, Rutan juga menyediakan fasilitas ruang bagi warga binaan untuk melakukan proses sidang secara daring.

Sedangkan bagi warga binaan yang menjalankan sidang tatap muka, harus menunjukkan hasil tes swab antigen negatif sebelum masuk kembali ke rutan. 

Baca: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS

"Namun tetap untuk mencegah penyebaran covid-19 dan memastikan dia bebas covid-19 harus menjalani karantina selama 14 hari," bebernya.

Sebelumnya, dua tersangka kasus meninggalnya mahasiswa UNS usai diksar Menwa terancam hukuman tujuh tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kedua tersangka secara bersama-sama melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan pada Diksar Pra Gladi Angkatan ke 36 Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS 2021. Pasal yang disangkakan kepada dua tersangka yaitu Pasal 351 Ayat 3 jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP dan Pasal 359 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara," ujar Wakil Kepala Polresta Solo, AKBP Gatot Yulianto. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id