comscore

Cegah PMK, 26 RPH dan Pasar Hewan di Lombok Tengah Disidak

Antara - 13 Mei 2022 13:13 WIB
Cegah PMK, 26 RPH dan Pasar Hewan di Lombok Tengah Disidak
ilustrasi/Medcom.id
Lombok: Jajaran Polres Lombok Tengah bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) di daerah setempat mengecek sejumlah ke pasar hewan dan rumah potong hewan (RPH) di wilayahnya. Ini sebagai upaya membantu penanganan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak, khususnya sapi yang telah masuk di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan pihaknya mendampingi Distanak melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap dua pasar hewan dan 26 rumah potong hewan. 
"Kami akan terus berkoordinasi dan kerja sama dengan Distanak untuk membantu penanganan penyebaran penyakit tersebut di Kabupaten Lombok Tengah," kata Indra, Jumat, 13 Mei 2022.

Kasus PMK terhadap hewan ternak di Lombok Tengah pertama kali dilaporkan di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah. Pihaknya siap mendukung langkah dari pemerintah daerah untuk melakukan penyekatan di pasar dan tempat pemotongan hewan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

"Kita siap membantu untuk melakukan pengawasan dan pengecekan ketat terhadap proses perdagangan hewan ternak, tentunya mengacu dengan surat edaran Bupati Lombok Tengah yang rencananya akan segera dikeluarkan," ucap dia.

Selain itu, Polres Lombok Tengah bersama Distanak telah melakukan pendataan untuk menentukan luas penyebaran serta jumlah ternak yang berpotensi tertular penyakit PMK.

Baca: 2 RPH di Bandung Belum Terdampak Wabah PMK

Kapolres mengimbau masyarakat tidak panik dan tenang dengan munculnya wabah penyakit terseb. Sebab, pemerintah daerah sudah melakukan pengebalan, pengobatan, dan penyemprotan disinfektan terhadap hewan yang diduga terjangkit PMK.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait dengan adanya temuan wabah PMK ini," ucap Indra.

Sebelumnya, ratusan ternak sapi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, positif terserang virus atau penyakit mulut dan kuku (PMK) seperti yang merebak di Provinsi Jawa Timur.

"Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah telah menerima hasil sampel yang telah dikirim ke lab di Denpasar, hasilnya positif PMK yang mengakibatkan infeksi pada rongga mulut," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id