Khofifah Ajak UMKM Masuk Ekosistem Digital agar Naik Kelas

    Amaluddin - 08 Agustus 2021 15:19 WIB
    Khofifah Ajak UMKM Masuk Ekosistem Digital agar Naik Kelas
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/Amaluddin



    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk masuk dalam ekosistem digital. Tidak cukup dengan menjual produk secara tradisional, namun naik kelas dengan memanfaatkan teknologi agar bisa naik kelas.

    "Salah satu cara agar bisa terus survive di tengah pandemi covid-19 ini adalah go digital. Dengan transformasi ke digital ini, maka pelaku usaha dan pembeli bisa lebih mudah dalam bertransaksi barang atau jasa. Selain itu dengan digitalisasi ini jangkauan pasar juga akan menjadi lebih luas ke berbagai wilayah," kata Khofifah, Minggu, 8 Agustus 2021.

     



    Caranya, lanjut Khofifah, tidak hanya dengan aktivasi media sosial namun juga masuk dalam ekosistem market place. Kata dia, hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional “Bangga Buatan Indonesia” agar masyarakat semakin mudah memperoleh produk lokal baik secara online dan offline.

    “Sekarang banyak platform e-commerce, seperti Tokopedia, Bukalapak, JD.ID, Lazada, dan Shopee. Pelaku UMKM bisa memanfaatkan keberadaan e-commerce tersebut agar bisa menjangkau pasar lebih luas lagi. Biaya beriklan digital pun jauh lebih murah. Tinggal siapkan konten dan upload di sosial media,” ujarnya.

    Baca: Belanja Online Melonjak, Tokopedia Jadi E-Commerce Paling Banyak Dikunjungi

    Khofifah mengatakan, dengan semakin banyak pelaku UMKM yang masuk ke pasar digital maka semakin banyak pula masyarakat yang membeli produk mereka. Sehingga bisa meningkatkan omset usahanya sekaligus menopang pemulihan perekonomian nasional.

    Namun demikian, Khofifah menyebut bahwa digitalisasi ini juga harus diimbangi dengan kapasitas produksi dan kualitas yang baik. Oleh karena itu, Pemprov Jatim secara aktif juga melakukan berbagai pelatihan, bimbingan, serta workshop agar produk yang dihasilkan bisa lebih marketable.

    Oleh karena itu, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat terutama sektor swasta dapat meresapi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini, dengan meningkatkan konsumsi dan penggunaan produk lokal karya anak bangsa. Khususnya, produk dari UKM Jatim dalam upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

    “Jatim punya banyak produk lokal yang secara kualitas tidak kalah dengan produk impor. Jadi buat apa beli produk impor, kalau Indonesia sendiri punya banyak produk-produk yang juga oke. Daripada beli KW buatan luar negeri, mending beli yang ori buatan dalam negeri,” ujarnya.

    Baca: Tak Ada PPKM pun Pasar Tradisional Mulai Ditinggalkan?

    Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi Jatim mampu melesat hingga 7,05 persen (y-o-y) pada triwulan II tahun 2021. Menurut Khofifah, perkembangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Jatim terus bangkit, dan mengalami perbaikan meskipun pandemi covid-19.

    Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II juga memotret daya beli masyarakat Jatim yang cukup tangguh pada masa pandemi ini. Hal ini terlihat dari struktur PDRB Jatim pada Triwulan II, yang disokong paling tinggi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) sebesar 59,78 persen dengan catatan laju pertumbuhan 5,24 persen (y-oy).

    "Angka tersebut berarti, UMKM Jatim memiliki ruang yang luar biasa untuk bertumbuh, dikembangkan dan diluaskan pasarnya," ujarnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id