1.599 Tiang Listrik di Surabaya dan Sidoarjo Roboh

    Amaluddin - 06 Januari 2020 15:50 WIB
    1.599 Tiang Listrik di Surabaya dan Sidoarjo Roboh
    Tiang listrik tumbang di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: IST
    Surabaya: Sebanyak 1.599 gardu tiang trafo (GTT) atau biasa disebut tiang listrik di Surabaya dan Sidoarjo patah dan roboh. Hal itu terhjadi setelah dua daerah itu dilanda hujan deras disertai angin kencang pada Minggu sore, 5 Januari 2020.

    "Saat ini petugas sedang mendirikan konstruksi tiang baru menggantikan tiang yang patah dan roboh. Kami juga telah bekoordinasi secara terpusat untuk memastikan pemulihan dilakukan secara cepat," kata General Manager PLN UID Jatim, Bob Saril, di Surabaya, Senin, 6 Januari 2020.

    Ribuan GTT yang terdampak angin kencang itu terbanyak terjadi di Kota Surabaya, yakni Surabaya Barat 433 GTT, Surabaya Selatan 771, Surabaya Utara 37, dan 358 GTT di Sidoarjo. "PLN telah menormalkan 100 persen wilayah Surabaya dan 90 persen wilayah Sidoarjo," ujarnya.

    Saat ini sambung Bob, masih ada sekitar 1.680 pelanggan listrik di Sidoarjo masih padam. Bob mengaku terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan dengan baik.

    "Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menormalkan keadaan, dan juga meminimalisasi dampak dan keselamatan warga di tengah potensi banjir," kata Bob.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak menambahkan ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya pohon-pohon tertentu perlu diperhatikan potensi kemungkinan tumbang akibat angin kencang.

    "Kami yakin pemerintah di kabupaten/kota memperhatikan itu. Kemarin, BPBD Jatim juga aktif membersihkan dahan pohon yang jatuh, menghalangi sepanjang jalan dari Aloha sampai Ahmad Yani," katanya.

    Emil meminta masyarakat Jatim lebih proaktif menghadapi cuaca ekstrim di musim penghujan. Salah satunya dengan bersikap kooperatif dengan petugas yang terjun ke lapangan.

    "Ini perlu, karena ini masalah kehandalan dan keselamatan bagi masyarakat juga. Misalnya dengan segera melapor ke pihak terkait bila ada benda yang membahayakan dampak angin kencang," kata manta Bupati Trenggalek itu.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id