Ahok Disebut Pembuat Gaduh

    Gonti Hadi Wibowo - 18 November 2019 14:24 WIB
    Ahok Disebut Pembuat Gaduh
    Serikat pekerja Pertamina Sumbagsel menggelar Press Conference menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi komisaris Pertamina. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
    Palembang: Serikat Pekerja Pertamina (SPP RU III) wilayah Sumbagsel yang meliputi wilayah Lampung, Bangka Belitung, Jambi, dan Bengkulu menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengisi jabatan di Pertamina. Ahok dinilai sebagai figur pembuat gaduh.

    "Ahok belum masuk saja sudah bikin gaduh bagaimana nanti bersama-sama pekerja memajukan perusahaan ini. Tidak mungkin Pertamina menghabiskan waktu soal internal saja," ujar Ketua Umum SPP RUU III M Yunus, Senin, 18 November 2019.

    Menurut Yunus Ahok punya segudang masalah karena pernah tersandung kasus hukum penistaan agama saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, Ahok juga diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi rumah sakit Sumber Waras. 

    "Ahok tidak pantas memimpin Pertamina karena sudah cacat secara materil. Kita semua tahu sendiri rekam jejaknya selama memimpin Jakarta," tegas Yunus.

    Menurutnya, masih banyak kader internal maupun eksternal yang memenuhi kualifikasi untuk memimpin Pertamina. Pihaknya pun mendesak pemerintah bersikap bijaksana memilih putra/putri terbaik bangsa yang akan memimpin Pertamina. 

    Yunus menyebut penolakan terhadap Ahok tidak terdapat unsur suku, agama, ras dan kepentingan organisasi manapun termasuk keterlibatan PA 212. 

    “Kami serikat pekerja selalu mengkritisi setiap pergantian direksi dan komisaris untuk kepentingan Pertamina. Kami mendesak agar pemerintah bersikap bijaksana memilih figur pemimpin pertamina."

    "Kami tahu ini hak pemerintah tetapi harap pemerintah bijak dalam memilih pemimpin Pertamina," pungkasnya.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id