TNI AL Jaga Kedaulatan Negara di Pulau Miangas

    Gervin Nathaniel Purba - 27 November 2020 18:04 WIB
    TNI AL Jaga Kedaulatan Negara di Pulau Miangas
    TNI Angkatan Laut Melonguane bertugas memastikan keamanan di Pulau Miangas (Foto:Dok.Metro TV)
    Talaud: Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki tugas menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Kondisi geografis dan cuaca menjadi kendala yang dihadapi prajurit di lapangan.

    Salah satu pulau yang terletak di ujung Indonesia ialah Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara. Pulau tersebut berbatasan dengan Filipina dan Republik Palau. TNI Angkatan Laut (AL) Melonguane bertugas memastikan keamanan di Pulau Miangas.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane-Talaud Letkol (Mar.) Adi Sucipto menceritakan seputar Pulau Miangas kepada tim BAKTI Metro TV. Untuk mencapai Pulau Miangas harus melalui lautan. Kondisi alam menjadi tantangan besar mengingat sebelah timur Pulau Miangas merupakan Samudera Pasifik.

    "Kondisi pada musim tertentu kalau di sini musim barat itu cukup sulit menempuh perjalanan lewat laut. Terutama untuk kapal kecil, agak berisiko. Berbahaya dan bisa menimbulkan ancaman keselamatan manusia," kata Adi, pada program BAKTI untuk Negeri di Metro TV.

    Lokasi Pulau Miangas yang jauh dari pulau besar membuat para prajurit TNI AL harus bisa beradapatasi demi bertahan hidup. Terelebih, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kelengkapan peralatan dinas.

    "Jangan sampai menyerah. Artinya, kita yang berada di perbatasan ini harus bisa membaca situasi, sehingga kita berkreasi. Memanfaatkan waktu yang ada untuk berkarya dengan inovasi," kata Adi.

    Dalam menjaga keutuhan negara di pulau perbatasan, keutuhan garis-garis putus yang membatasi wilayah Indonesia dengan negara tetangga patut dijaga. Hal ini diatur dalam UU 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on the Law of the Sea (Konvensi PBB tentang Hukum Laut).

    Dalam menjalankan tugasnya TNI AL menjalankan tiga fungsi, yakni, penangkalan, penindakan, dan pemulihan terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi, atau telah terjadi di wilayah NKRI, terutama perbatasan.

    "Kami juga melaksanakan operasi pengamanan perbatasan. Salah satunya penengakan huukum di laut yang sering dikenal dengan istilah operasi Kamla, Kitasar, perbantuan terhadap pemda dan pemerintah pusat," ujar Adi.



    Pemanfaaatan Jaringan Telekomunikasi


    Jaringan telekomunikasi tidak hanya memperlancar tugas prajurit TNI AL dalam aktivitas sehari-hari, tapi juga sangat berguna untuk berkomunikasi dengan keluarga.

    Para prajurit yang Adi pimpin rata-rata terpisah dari keluarga. Sebagian besar keluarga prajurit berdomisili di Pulau Jawa. Ada juga yang di Sumatera.

    Biasanya, para prajurit menghubungi keluarga pada saat jam istirahat.

    "Saat lelah, terpancar kebahagiaan mereka saat mereka bisa menjalin komunikasi dengan istri dan anak," kata Adi.

    Melihat para prajurit tesenyum saat berkomunikasi, Adi mengaku ikut merasakan kebahagiaan itu. "Ikut merasakan bagaimana bisa mengobati rindu," ucapnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id