Sejumlah Pembangunan di Kota Surabaya Dipertanyakan

    Deny Irwanto - 21 Oktober 2020 21:15 WIB
    Sejumlah Pembangunan di Kota Surabaya Dipertanyakan
    ilustrasi Medcom.id
    Surabaya: DPRD Kota Surabaya menyoroti pembangunan yang dilakukan Tri Rismaharini selama 10 tahun memimpin Kota Surabaya. Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron, menilai pembangunan yang sudah dilakukan kerap tidak disertai konsep terutama di kawasan utara Surabaya.

    "Banyak sekali proyek Pemkot itu tanpa perencanaan dan DED (Detail Engineering Design) yang matang," kata Buchori di Surabaya, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Baca: Risma Dilaporkan ke Bawaslu

    Buchori menduga pembangunan yang dilakukan kerap tidak memiliki perencanaan matang. Dia mencontohkan jembatan bambu yang dibangun di Kawasan Wisata Mangrove, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

    Jembatan yang dibangun dengan APBD Kota Surabaya senilai Rp1,2 miliar itu saat ini tidak terawat dan beberapa bagian sudah ambruk. Buchori mempertanyakan anggaran pembangunan jembatan dengan bahan bambu yang menghabiskan dana miliaran rupiah tidak masuk akal.

    "Proyeknya kebanyakan tanpa konsep dan DED yang jelas, langsung dikerjakan begitu saja, proyek jembatan mangrove itu kecil, tapi kalau sampai roboh banyak wisatawan datang kesana kan memalukan, masak Pemkot nggak punya tenaga di paling bawah, tempat wisata kok amburadul," jelasnya.

    Menurut Buchori Pemkot Surabaya perlu mencontoh Probolinggo dalam penataan kawasan mengrove. Di Probolinggo jembatan yang membentang di mangrove terbuat dari besi dengan memiliki desain yang bagus.

    Contoh lain, pembangunan Jembatan Suroboyo di kawasan wisata Kenjeran juga dinilai tidak disertai DED yang matang. Pembangunan jembatan yang menghabiskan dana APBD Kota Surabaya sebesar Rp208 miliar itu saat ini kondisinya tidak difungsikan bahkan ditutup.

    Menurutnya dana pembangunan Jembatan Suroboyo seharusnya bisa dipakai untuk kesejahterakan rakyat Surabaya agar manfaatnya bisa langsung terasa.

    "Jembatan suroboyo itu juga, tiba-tiba dikerjakan begitu saja, DED nya tidak ada, itu tidak bagus. Apalagi sekarang ditutup, tidak memberikan manfaat pada masyarakat sekitar, bahkan tidak ada efek ekonominya sama sekali," ungkapnya.

    Serupa, terminal Kedung Cowek kondisinya sudah sekian tahun mangkrak, padahal pembangunannya menyedot APBD Kota Surabaya hingga puluhan miliar, namun lagi-lagi tidak memberikan dampak ekonomi pada masyarakat.

    "Sentra Ikan Bulak juga menjadi deretan proyek gagal pemkot surabaya, sedikit sekali manfaatnya, modal yang dikeluarkan tidak sesuai dengan manfaat yang dirasakan warga," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id