Penganiayaan Balita di Makassar, Korban Dibekap Pakai Bantal

    Muhammad Syawaluddin - 16 Februari 2021 21:56 WIB
    Penganiayaan Balita di Makassar, Korban Dibekap Pakai Bantal
    ilustrasi Medcom.id
    Makassar: Jajaran Satreskrim Polsek Panakkukang membeberkan balita yang dianiaya oleh pacar ibunya di Makassar, Sulawesi Selatan, juga dibekap dengan sarung dan bantal. Pelaku mengaku baru tiga kali menganiaya korban, GY.

    "Barang bukti yang disita juga ada bantal yang digunakan untuk membekap korban," kata, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 16 Februari 2021.

    Iqbal menjelaskan, peristiwa penganiayaan balita GY terjadi di rumah kontrakan pelaku, di Jalan Angkasa, Lorong, 4, Kelurahan Panaikang, Panakkukang. Penganiayaan terjadi saat GY rewel dan terus menangis.

    "Awalnya pelaku memakai bantal (membekap) korban, tapi karena masih suaranya masih terdengar makanya pakai sarung lagi," jelasnya.

    Baca: Tega! Bapak Aniaya Anak Tiri Hanya Karena Rewel

    Sebelumnya, balita di Kota Makassar menjadi korban kekerasan oleh seorang pria, MRP, 21 (sebelumnya ditulis ST) yang merupakan pacar dari ibunya. Balita berinisial GY itu dipukul lantaran menangis.

    Pelaku yang merupakan pacar ibu balita itu kesal lantaran mendengar suara tangisan balita tersebut. Sehingga melakukan tindakan kekerasan.

    Pemukulan terhadap balita tersebut dilakukan oleh pelaku di salah satu rumah kos yang ada di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin malam, 8 Februari 2021 kemarin.

    Akibat tindakan kekerasan yang diperoleh balita GY mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Korban masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka yang dideritanya.

    Baca: Durhaka! Pria di Magetan Hajar Ibu Gegara Obat Nyamuk

    Polisi menyebut tindakan kekerasan terhadap balita tersebut dilakukan sejak Januari 2021. Namun, dari pengakuan pelaku baru tiga kali menganiaya korban.

    Ibu korban langsung melaporkan tindakan kejahatan itu ke kepolisian. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku ditangkap di salah satu rumah temannya di bilangan Jalan AP. Pettarani, Makassar.

    Pelaku terancam Pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal lima tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id