Pernah Covid-19, Wali Kota Semarang Dijadwalkan Ikut Vaksinasi

    Mustholih - 13 Januari 2021 22:15 WIB
    Pernah Covid-19, Wali Kota Semarang Dijadwalkan Ikut Vaksinasi
    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
    Semarang: Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang akan melaksanakan vaksinasi covid-19. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dijadwalkan jadi orang pertama yang divaksinasi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

    "Besok yang akan disuntik vaksin ada 10 orang dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Pak Wali. Rencananya di Puskesmas Pandanaran," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochammad Abdul Hakam, Semarang, Jateng, Rabu, 13 Januari 2021.

    Pencanangan vaksinasi diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB. Kamis, 14 Januari 2021. Hakam menyatakan vaksinasi terhadap Hendrar Prihadi diharapkan menambah keyakinan kepada masyarakat untuk menerima vaksin.

    "Vaksin yang diberikan ini aman dan halal. Dibuktikan dengan pertama kali disuntikkan kepada Pak Wali," tegasnya.

    Menurut Hakam, tahap pertama vaksinasi di Kota Semarang menyasar pada  18.710 tenaga kesehatan. Hakam menegaskan, Kota Semarang punya cukup vaksin untuk disuntikkan kepada seluruh tenaga kesehatan.

    Baca: 6 Daerah di Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19 Esok

    "Kami telah menerima vaksin sebanyak 38.240 vial yang setara dengan 19.120 sasaran. Satu orang akan divaksin dua kali. Jumlah nakes di Kota Semarang ada 18.710, sehingga vaksin kepada nakes bisa terpenuhi," tutur Hakam.

    Meski begitu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sudah tidak perlu disuntik vaksin covid-19. Sebab, Hendrar Prihadi pernah positif covid-19 dan dinyatakan sudah sembuh.

    "Yang pernah menerita covid, itu akan ter-ekslusi. Jadi tidak perlu divaksinasi. Siapa pun itu, termasuk kepala daerah," ujar Yulianto.

    Lagi pula, kata Yulianto, sejauh ini, belum ada laporan uji klinis vaksin terhadao efek imun orang yang pernah menderita covid-19.

    "Perlu diingat uji klinis vaksin. Tidak ada vaksin diberikan pada orang yang penah menderita, efeknya belum ada laporan. Sebaiknya tidak divaksin dulu," jelas Yulianto.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id