Pembobol Brankas Rp1,7 Miliar Ditangkap

Hendrik Simorangkir - 12 Juli 2018 18:23 wib
Dua tersangka pembobol brankas yang ditangkap. (Dok Polresta
Dua tersangka pembobol brankas yang ditangkap. (Dok Polresta Tangerang)

Tangerang: Dua dari tujuh pelaku pembobol brankas PT Joa Industri senilai Rp1,7 miliar dibekuk petugas Polresta Tangerang. Kedua pelaku yang ditangkap yakni Jaenudin bin Ading dan Muhammad Suripto.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan, mengatakan, peristiwa pembobolan brankas PT Joa Industri di Kampung Kutruk RT 06 RW 04, Desa Pasirbarat, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, terjadi pada Kamis, 10 Mei 2018.

Pembobolan terungkap saat pihak HRD perusahaan tersebut melihat jendela gudang produksi rusak dan terbuka. Karena curiga, pihak HRD mengajak pengawas produksi untuk mengecek ke dalam gudang produksi. Betapa kagetnya ketika mendapati gudang produksi dalam keadaan berantakan termasuk ruang direktur utama.

"Pelaku masuk ke dalam melalui atap ruang produksi yang sudah dijebol. kemudian merusak jendela serta pintu. Ketika dicek, uang yang berada di dalam brankas serta laci meja sudah hilang diambil para tersangka," ujar Wiwin di Tangerang, Kamis, 12 Juli 2018.

Mengetahui terjadi pembobolan, pihak perusahaan melaporkan kejadian ke Polresta Tangerang. Kepolisian segera menyelidiki. Hasilnya diketahui pelaku berjumlah tujuh orang yakni, Jaenudin, Suripto, Asep, Mulyono, Supri, Manta dan Kandi.

"Kami amankan dua orang. Sisanya lima tersangka berinisial MN, SI, M, AS dan K masih dalam pengejaran kami," imbuhnya.

Dua pelaku yang ditangkap yakni Jaenudin dan Muhammad Suripto. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Pelaku Jaenudin ditangkap di Kampung Parigi, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor, pada Minggu 3 Juni.

Sementara Suripto ditangkap di Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis 7 Juni 2018. Dari dua tersangka yang ditangkap, Jaenudin dan Suripto mengantongi uang masing-masing Rp250 juta.

"Dari mereka kami amankan beberapa barang bukti berupa dua unit mobil, dua sepeda motor dan emas seberat 50 gram," pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


(LDS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.