Khofifah Sindir Risma Soal PSBB

    Amaluddin - 06 April 2020 06:07 WIB
    Khofifah Sindir Risma Soal PSBB
    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak/Medcom.id/Amaludin.
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyindir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) covid-19. Khofifah merasa tak dianggap Risma.

    "Seyogyanya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat surat (tembusan) pengajuan PSBB itu. Tapi sejauh ini belum ada satu pun kota atau kabupaten di Jatim, yang mengajukan PSBB atau berkoordinasi dengan Pemprov," kata Khofifah, di Surabaya, Minggu malam, 5 April 2020.

    Baca: Zona Merah Covid-19 di Jatim Bertambah

    Menurut dia, Pemprov Jatim merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat. Sehingga, PSBB yang diajukan Pemerintah Kota Surabaya ke pemerintah pusat, seharusnya dikonfirmasikan ke Pemprov Jatim. 

    Harapannya dengan koordinasi dan sinergitas, penanganan masalah covid-19 bisa lebih maksimal. Khofifah menganggap hal ini bukan urusan sederhana.

    "Karena layanan kesehatan dan logistik harus terkoordinasikan dengan baik. Apalagi PSBB itu lebih ketat dari psysical distancing, sehingga harus terencana dengan baik," ujarnya.

    Selama ini, Khofifah mengaku sering berinteraksi dengan kepala daerah setingkat kota/kabupaten melalui grup WhatsApp. Namun, kata Khofifah, ada satu-dua kepala daerah yang sama sekali tidak komunikatif di grup tersebut. 

    "Barangkali karena kesibukannya cukup tinggi. Sehingga berbagai hal yang bisa kita diskusikan secara digital, atau melalui gadget tidak maksimal karena sibuknya kepala daerah yang juga rangkap kepala gugus tugas," sindir Khofifah.

    Pemkot Surabaya telah menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB. PP bertanggal 31 Maret 2020 bertujuan membatasi akses ke luar masuk kendaraan di Surabaya, untuk percepatan penanganan covid-19.

    PSBB Pemkot Surabaya diterapkan di 19 wilayaj perbatasan di daerah terluar Kota Surabaya. Yakni Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), rumah pompa  Mayjen Sungkono (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kecamatan Gayungan), dan Jeruk (Lakarsantri).
     
    Selain itu, pembatasan juga dilakukan di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kecamatan Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar). 



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id