KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Kapasitas Nelayan

    Antara, Medcom - 20 Februari 2020 21:44 WIB
    KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Kapasitas Nelayan
    Pengembangan dan diversifikasi usaha di Balai Desa Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Istimewa
    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perbankan dalam meningkatkan kapasitas nelayan dan anggota keluarganya melalui pengembangan dan diversifikasi usaha di Balai Desa Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis 20 Februari 2020.

    "Pemberdayaan nelayan ini dilakukan melalui program corporate social responsibility yang tertuang dalam perjanjian kerja sama DJPT KKP dengan BRI. Penandatanganan PKS tersebut pada 27 Januari 2020 di Palembang, Sumatra Selatan bertepatan dengan acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) DJPT," kata Direktur Perizinan dan Kenelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP Ridwan Mulyana dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

    Ridwan memaparkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi kebijakan KKP dan bentuk perhatian khusus bagi masyarakat nelayan sebagai pelaku utama pembangunan perikanan tangkap.

    Ia menjelaskan, kegiatan itu diselenggarakan pada 19-21 Februari 2020 sebagai implementasi awal (pilot project) kerja sama DJPT dengan Bank BRI.

    Selanjutnya akan ada lokasi/desa nelayan lain yang akan dibantu dan difasilitasi pengembangannya baik fasilitas fisik (sarana dan prasarana desa) maupun pemberdayaan usaha nelayan dan keluarganya.

    Kegiatan pemberdayaan nelayan di Demak diikuti oleh 110 orang peserta yang terdiri dari 60 nelayan pria dan 50 wanita nelayan.

    Ridwan mengatakan, 60 nelayan dilatih untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan nelayan, pengelolaan keuangan, bagaimana cara merawat dan memperbaiki perbaikan mesin kapal perikanan, informasi terkait dengan sertifikasi keterampilan penanganan ikan (SKPI) serta penguatan kelembagaan bagaimana membentuk koperasi.

    Sedangkan untuk wanita nelayan, lanjutnya, akan dilatih cara mengembangkan diri menjadi wanita nelayan yang lebih produktif dengan memberikan keterampilan pengolahan produk perikanan sampai dengan cara pengemasan yang baik agar bisa dijual.

    "Selain peningkatan keterampilan dan wawasan melalui bimbingan teknis, nelayan dan keluarganya juga mendapatkan bantuan alat pendukung usaha, seperti alat penangkap ikan (API), set kunci perbaikan mesin kapal perikanan, cool box, freezer, sealer, dan alat penunjang pengolahan produk perikanan," ujarnya.

    Dengan adanya kegiatan ini, Ridwan mengharapkan adanya peran serta aktif dari Dinas KP Kabupaten Demak dan khususnya para penyuluh perikanan di Kabupaten Demak serta aparat Desa Morodemak serta instansi terkait untuk terus mendampingi dalam meningkatkan usaha nelayan dari segi jumlah dan pendapatan yang dihasilkan.

    "BRI nantinya akan melibatkan usaha nelayan dan keluarga nelayan ini dalam Rumah Kreasi BUMN (RKB). RKB akan secara berkala mengadakan pelatihan-pelatihan teknis pengembangan ekonomi produktif untuk membantu usaha nelayan dan keluarga nelayan semakin maju, mandiri, meningkat dan berdaya saing," ucapnya.

    Sementara itu Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari menyebutkan kerja sama ini merupakan bentuk upaya Bank BRI dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui perluasan akses dan edukasi keuangan kepada masyarakat pesisir. Saat ini jumlah nelayan di Morodemak tercatat 1.085 orang terdiri dari 160 Pemilik Kapal, 925 Anak Buah Kapal (ABK), akan tetapi di Morodemak yang sudah mempunyai Kelompok Usaha Bersama (KUB) terdapat 8 KUB dengan jumlah 200 Nelayan.

    “Dengan adanya sinergi antara Bank BRI dengan KKP harapannya mampu memberikan nilai tambah sehingga menggerakkan ekonomi kerakyatan bagi nelayan di Morodemak,” imbuhnya.

    Dalam kegiatan ini, nelayan akan mendapatkan pelatihan serta sertifikasi nelayan dan praktek pengolahan ikan yang diharapkan mendorong para nelayan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usahanya. Sebelumnya, Bank BRI bersama KKP telah meluncurkan Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) sebagai identitas tunggal pelaku usaha yang tervalidasi secara online serta kemudahan akses layanan jasa perbankan serta sarana yang efektif untuk menentukan kebijakan serta monitoring dan evaluasi program pemerintah. 

    “Untuk tahap awal telah dicetak lebih dari seribu kartu khusus Piloting di Jawa Tengah dan selanjutnya akan diterapkan secara Nasional,” urai Supari.

    Bank BRI juga terus mendukung program pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), tak terkecuali kepada nelayan. Hingga akhir Desember 2019, tercatat BRI telah menyalurkan KUR di Jawa Tengah sebesar Rp17,1 triliun atau setara 19,1 persen dari total KUR yang disalurkan BRI di tahun 2019 sebesar Rp87,9 triliun.

    “Untuk wilayah BRI Demak, posisi pinjaman KUR Desember 2019 sebesar Rp225,93 miliar tumbuh 17,25 persen, di mana penyaluran KUR ini akan ditingkatkan lebih besar lagi di tahun 2020 yang menyasar sektor produktif terutama sektor perikanan dan hasil olahannya," ujar Pemimpin Cabang BRI Demak, Muhammad Nizar.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id