Seorang Guru di Jepara Meninggal Positif Covid-19

    Rhobi Shani - 21 September 2020 13:21 WIB
    Seorang Guru di Jepara Meninggal Positif Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jepara: Seorang guru SMK Negeri Kalinyamatan, Martono, meninggal terkonfirmasi positif covid-19. Akibatnya, selama sepekan ke depan sekolah ditutup.

    Kepala SMK Negeri Kalinyamatan, Nur Sufa’an, mengatakan selama pandemi aktivitas belajar dilakukan dalam jaringan (daring). Namun guru dan karyawan tetap masuk ke sekolah.

     "Guru masih masuk untuk melaksanakan tugasnya. Termasuk juga menerima konsultasi murid dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ujar Nur Sufa’an, Senin, 21 Septeber 2020.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, Muh Ali, menyampaikan hari ini mulai dilakukan penelusuran riwat kontak pasien. Seperti diketahui, jumlah guru dan karyawan SMK Negeri Kalinyamtan ada 64 orang. Penelusuran riwayat kontak juga dilakukan terhadap keluarga.

    "Kemudian untuk swab rencan Selasa," kata Muh Ali.

    Martono meninggal terkonfirmasi positif covid-19 pada Jumat, 18 September 2020. Sebelumnya, Martono dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus sejak 16 September 2020. 

    Baca: Kasus Covid-19 di Pasar Beringharjo Menular ke Keluarga
     
     

    Sementara itu, proses belajar mengajar tatap muka di sekolah di kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, siap digelar. Gubernur Jawa Tengah telah memberikan lampu hijau.

    Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Khusus kepulauan Karimunjawa boleh dilaksanakan belajar tatap muka di sekolah.

    "Komunikasi lisan Pak Gubernur mengizinkan. Khusus Karimunjawa sekolah sudah boleh (dibuka), tapi pariwisata belum. Alasanya kalau sekolah kan hanya warga Karimun saja tidak ada yang dari luar," ujar Dian, Senin, 21 September 2020.

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono, mengatakan secara resmi izin belajar tatap muka di sekolah baru disampaikan pekan ini. Pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap.

    "Kami uji coba dulu secara bertahap. Sehari untuk satu kelas, hari berikutnya satu kelas lagi tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Agus.

    Baca: 352 Pegawai Pabrik Epson Positif Covid-19
     
     

    Setelah uji coba dilakukan, Disdikpora akan melakukan evaluasi. Hasilnya dijadikan dasar apakah sudah siap sepenuhnya tatap muka atau tak.

    "Sambil jalan nanti dievaluasi. Meskipun Karimunjawa zona hijau, tapi juga banyak dari luar yang masuk dan ini juga harus diwaspadai," kata Agus.

    Sepeti diketahui, di kepulauan Karimunjawa terdapat 12 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di empat pulau. Kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) masing-masing ada satu sekolahan. Lalu Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) Negeri dan Madrasah Aliyah masing-masing ada satu sekolah.

    (LDS)
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id