Belasan ASN Pemprov Jatim Positif Covid-19

    Amaluddin - 23 Juni 2020 19:44 WIB
    Belasan ASN Pemprov Jatim Positif Covid-19
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai acara Halal Bihalal Virtual Bersama 60 Ribu ASN dan Jajaran BUMD Jatim, di Gedung BPSDM Jatim, Surabaya. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Sebanyak 7.286 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah melakukan rapid test covid-19 massal, Selasa, 23 Juni 2020.

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, Nurkholis, mengatakan, sebanyak 218 pegawai reaktif covid-19 dan 174 orang di antaranya sudah melakukan tes usap.

    "Dari kegiatan itu, 19 orang terkonfirmasi covid-19 sedangkan 38 orang negatif. Sementara pegawai yang belum dites usap 49 orang sedangkan 125 orang masih menunggu hasil swab," beber Nurkholis, di Gedung BPSDM Jatim, Surabaya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, pandemi covid-19 belum berakhir. Ia menyebutkan kecepatan dan peningkatan penularan covid-19 masih terus terjadi. 

    "Sehingga kita semua jangan berlonggar-longgar ria meski sudah tidak ada lagi PSBB di Surabaya Raya. Sebelum vaksin covid-19 ditemukan, vaksin paling ampuh adalah disiplin," tegas Khofifah.

    Baca juga:  1.178 KK di Jayanti Tangerang Terima Bansos Tunai

    Khofifah juga mengingatkan agar daerah yang sudah zona hijau covid-19 seperti Kota Madiun, agar tetap dipertahankan. Untuk zona kuning ditingkatkan terus disiplinnya agar menjadi hijau, dan yang zona oranye jangan sampai naik menjadi zona merah.

    "Untuk zona merah harus diusahakan diturunkan menjadi oranye, kuning, dan hijau," kata dia.

    Mengenai ASN Pemprov Jatim yang reaktif rapid test dan positif hasil tes swab, ia mengimbau agar tidak panik alih-alih senantiasa menjaga imun tubuh supaya cepat sembuh. Bagi ASN yang reaktif dirawat di kantor BPSDM Jatim, sedangkan yang positif gejala ringan dan sedang langsung ditangani di RS Lapangan Covid-19.

    "ASN dengan gejala klinis berat dirawat di RS rujukan utama. Yang reaktif dan positif, saya minta harus tetap terproteksi. Lalu jangan ada yang menyebut covid-19 ini aib atau tabu. Ini sesuatu yang harus dihadapi bersama. Harus tetap bahagia yang tumbuh di hati mereka masing-masing, agar imun tetap membaik," jelas dia.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id