Korupsi Rp4,9 Miliar, Pejabat Kabupaten Malaka Ditahan

    Antara - 12 Maret 2020 15:03 WIB
    Korupsi Rp4,9 Miliar, Pejabat Kabupaten Malaka Ditahan
    Barang bukti berupa uang yang disita terkait kasus dugaan korpusi pengadaan benih bawang di Kabupaten Malaka, di Kupang, Kamis (12/3). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
    Kupang: Delapan tersangka kasus dugaan pengadaan benih bawang di Kabupaten Malaka, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditahan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT. Salah satu tersangka adalah Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak. 

    "Saat ini mereka kami titipkan di Rutan Polres Kupang Kota,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Johannes Bangun di Kupang, Kamis, 12 Maret 2020, melansir Antara.

    Dia menuturkan tersangka yang ditahan adalah Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, selaku pengguna anggaran (PA). Kemudian dua tersangka dari pihak swasta, yakni Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda selaku makelar. 

    "Dua tersangka pihak swasta ditahan pada 6 Maret," ucapnya.

    Dia melanjutkan penyidik kembali menahan empat tersangka pada 10 Maret 2020. Yakni mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Martinus Manjo Bere, Agustinus Klau Atok selaku Ketua Pokja, Karolus A. Kerek dan Yosef Klau Berek selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

    Baca: ICW: Koruptor Lebih Takut Miskin Ketimbang Mati

    Selanjutnya pada 11 Maret 2020, satu tersangka ikut ditahan yakni Simeon Benu selaku Direktur CV Timindo. Dia mengaku penahanan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan para saksi, dokumen, keterangan ahli, gelar perkara, hingga penetapan tersangka. 

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3, dan atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi Junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

    Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda NTT, Kombes Herry Try Maryadi, menjelaskan kasus pengadaan benih bawang merupakan proyek pemerintah di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun anggaran 2018.

    Dalam proyek tersebut diduga terjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Para tersangka diduga melakukan mark up harga serta proses pengadaan barang dan jasa, dengan nilai kerugian sekitar Rp4,9 miliar.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id