Lokomotif Uap Buatan 1921 Kembali ke Rel

    Antara - 06 Februari 2020 14:39 WIB
    Lokomotif Uap Buatan 1921 Kembali ke Rel
    Lokomotif uap D1410 yang sudah direstorasi dan siap diberangkatkan ke Stasiun Purwosari (Antara/Eka AR)
    Yogyakarta: Lokomotif uap D1410 buatan Hanomag, Hannover, Jerman pada 1921 berhasil direstorasi Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif itu kemudian dikirim ke Stasiun Purwosari untuk mendukung operasional kereta api wisata Jaladara.

    "Hari ini lokomotif dikirim dari Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Purwosari untuk melayani KA Jaladara," kata Executive Vice President (EVP) PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Purwanto di Yogyakarta, Kamis, 6 Februari 2020, melansir Antara.

    Eko menerangkan perjalanan lokomotif yang berusia hampir satu abad melintas di jalur Lempuyangan-Purwosari merupakan peristiwa bersejarah. Dia mengungkap sudah 30 tahun tidak ada lokomotif uap yang melintas di jalur tersebut.

    "Meskipun perjalanan dari Lempuyangan hingga Purwosari adalah perjalanan dinas, tetapi bagi kami perjalanan ini memiliki nilai yang sangat penting," jelasnya. 

    Eko menambahkan keberhasilan Balai Yasa Yogyakarta merestorasi lokomotif uap tidak terlepas dari peran berbagai pihak. Salah satunya personel kereta api yang pernah menangani dan mengoperasionalkan lokomotif uap.

    "Kami berharap, ada transfer ilmu dan keterampilan dari para senior terkait teknologi kereta uap. Ilmu yang ada perlu diteruskan. Perkembangan teknologi kereta api semakin maju, tetapi ilmu untuk teknologi lama jangan sampai hilang," bebernya.

    Dia melanjutkan PT KAI juga bisa memotret perkembangan teknologi kereta api dari waktu ke waktu dengan keberhasilan restorasi lokomotif uap tersebut. "Setiap perkembangan teknologi ada buktinya," ungkapnya.

    Lokomotif uap D1410 mampu mencapai kecepatan maksimal 70 kilometer per jam. Lokomotif itu sebelumnya diopersionalkan di lintas Jakarta-Bogor-Sukabumi, sebelum direstorasi disimpan di museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Lokomotif tersebut memiliki panjang 12,65 meter, lebar tiga meter dan tinggi maksimal 3,78 meter.

    "Restorasi lokomotif tua tidak berhenti di sini saja. Jika memang masih ada lokomotif tua yang perlu direstorasi maka Balai Yasa siap meskipun untuk merestorasi bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan waktu dan rencana yang matang," bebernya.





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id