Polisi Akan Hadirkan Sejumlah Ahli Untuk Periksa Tersangka Sunda Empire

    P Aditya Prakasa - 31 Januari 2020 18:46 WIB
    Polisi Akan Hadirkan Sejumlah Ahli Untuk Periksa Tersangka Sunda Empire
    Petinggi Sunda Empire, yaitu Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimum Polda Jawa Barat
    Bandung: Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga petinggi Sunda Empire yang kini menjadi tersangka. Selain akan mendatangkan psikolog, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat akan meminta keterangan dari ahli tatanegara dan sosiolog.

    "Sedang berlangsung pemeriksaan, untuk hasilnya nanti kita sampaikan perkembangannya. Senin kita akan minta keterangan dari ahli tata negara, sosiolog, termasuk dari psikolog," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga, di Markas Polrestabes Bandung, Jumat 31 Januari 2020.

    Erlangga mengatakan, hingga kini penyidik belum menemukan adanya unsur tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana. Sebab, para anggotanya memberikan iuran secara sukarela.

    "Terkait penipuan, sementara penyidik belum menemukan (penipuan). Proses penyidikan sedang berjalan. Tentunya bila ada temuan baru, alat-alat bukti baru, penyidik akan menindaklanjuti dan mengembangkan temuan itu," ucap dia.

    Saat ini, kata Erlangga, ketiga petinggi kelompok Sunda Empire itu ditahan di Mapolda Jabar. Tidak ada pelakukan spesial dalam proses penyidikan dan penahanan mereka.

    "Sama saja tidak ada istimewanya, menunya ada nasi sayur dan lauk dan ganti-ganti. Penjagaan dilakukan biasa gak ada istimewanya," ucap dia.

    Tiga petinggi Sunda Empire telah ditetapkan tersangka oleh polisi. Ketiga orang tersebut, yaitu Nasri Bank sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai Kaisar, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

    Ketiganya telah diduga melakukan penyebaran berita bohong atau hoaks kepada masyarakat. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id