Akhir Perjalanan N250 Karya BJ Habibie

    Ahmad Mustaqim - 27 Agustus 2020 07:45 WIB
    Akhir Perjalanan N250 Karya BJ Habibie
    Pesawat N250 terpajang di halaman muka Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Pesawat N250 Gatotkaca telah terpampang di depan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Pesawat karya mantan Menteri Riset dan Teknologi, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie terkunci di museum tersebut.

    Tak bisa lagi mengudara layaknya burung besi yang beraktivitas di sekitar bandar udara Adisutjipto, Kaki-kakinya telah terpatri tanpa bisa terbang tinggi.

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, telah meresmikan pesawat N250 Gatotkaca yang kini sebatas sebuah monumen di museum tersebut. Baginya badan pesawat yang dikirim dari Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2020, itu menjadi saksi sejarah.

    "(Pesawat N250) bukti kehebatan dan kecintaan anak bangsa kepada negaranya serta kecintaan kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Hadi saat memberi sambutan.

    Baca: Saksi Kejayaan Teknologi Indonesia itu Bernama 'Gatotkaca'

    Hadi menjelaskan N250 menjadi salah satu karya terbaik anak bangsa. Ia merasa sangat layak mengabadikan karya teknologi dari sang maestro Habibie tersebut.

    "Peresmian monumen ini sekaligus memberikan penghargaan tertinggi kepada BJ Habibie sebagai bapak teknologi Indonesia yang telah berjasa mengharumkan nama Indonesia," jelasnya.

    Sejak penerbangan perdananya pada 10 Agustus 1995 silam, pemerintah telah mengapresiasinya sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Sebab pesawat tersebut dibuat dengan teknologi fly by wire, pertama di dunia serta berbagai teknologi canggih pada masanya.

    Menurut Hadi publik nusantara layak berbangga hati dengan ciptaan tersebut. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia harus menjadi acuan untuk mengembangkan teknologi dalam negeri.

    "Para generasi penerus bangsa, kita bisa jadikan ini inspirasi atas kegigihan para pendahulu dalam menguasai teknologi kedirgantaraan," katanya.

    Direktur Umum dan SDM PT Dirgantara Indonesia, Sukatwikanto, mengatakan pesawat N250 dipaksa berhenti untuk terus mengepakkan sayap. Meski sempat menggemparkan dunia penerbangan, kondisi tak ideal dalam negeri membuat produksi massal si burung besi hanya menjadi mimpi.

    "Selain  krisis moneter pada 1998, pesawat ini sejatinya masih menjalani uji terbang namun belum memperoleh sertifikasi," ungkap Sukatwikanto.

    Mimpi negara dan rakyat untuk menyaksikan pesawat produksi dalam negeri melayani diri sendiri harus dipendam. Si Gatotkaca kini sudah menjadi hiasan dan tak akan bisa kembali terbang.

    "Panglima TNI, Hadi Tjahjanto saat menjadi KSAU ingin pesawat yang membanggakan ini disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsma TNI Fajar Adriyanto.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id