Solusi Imigrasi Sulut bagi Pemukim tak Berdokumen

    Mulyadi Pontororing - 29 Maret 2018 15:25 WIB
    Solusi Imigrasi Sulut bagi Pemukim tak Berdokumen
    Ilustrasi paspor. Antara
    Manado: Masalah Pemukim Tanpa Dokumen (PTD) yang bermukim di Kota Bitung Sulawesi Utara hingga kini belum terpecahkan. Mereka meminta agar bisa dijadikan WNI atau diberi izin tinggal di Indonesia.

    Namun, akses ke pengurusan identitas bagi mereka yang tidak berdokumen sering terkendala. Kepala Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara Dodi Karnida tengah mencarikan solusi terhadap para PTD tersebut.

    Sebagai langkah awal, pihaknya telah menjelaskan kepada para PTD tersebut mengenai prosedur untuk memohon izin tinggal keimigrasian, jika merasa dirinya sebagai orang asing.

    (Baca: Sulitnya Pemukim tak Berdokumen Akses Pengurusan Identitas)

    "Yaitu memiliki paspor yang sah dan masih berlaku, bukti memasuki wilayah Indonesia secara legal dan memiliki visa," kata Dodi, kepada Medcom.id, di Manado, Kamis, 29 Marey 2018.

    Sayangnya, tak satu pun dari PTD yang mengajukan kewarganegaraan atau izin tinggal memiliki paspor atau dokumen lain. Mereka, atau orang tuanya, rata-rata masuk secara ilegal dari General Santos (Gensan) menuju Tinakareng dan Peta, Kabupaten Kepulauan Sangihe, kemudian bermukim di Bitung.

    Ada yang ikut pamannya sejak  7 tahun lalu. Ada PTD yang diajak kawan atau keluarga sejak 10 tahun lalu hingga menikah di Bitung dengan istri yang sesama berasal dari Gensan.

    "Tetapi sampai saat ini mereka tidak memiliki surat nikah dan kemudian memiliki anak yang juga tidak memiliki surat lahir," ungkap Dodi Dodi.

    (Baca: Pemukim tak Berdokumen di Sulut Minta Jadi WNI)

    Keimigrasian Sulut telah menawarkan untuk memulangkan mereka ke Filipina secara gratis lewat pendaftaran ke Konsulat Jenderal Filipina. Mereka rencananya akan dideportasi dengan kapal perang dari Bitung pada 13 April 2018.

    "Namun, tak satu pun dari mereka yang ingin kembali ke Filipina walau masih ada keluarga atau orang tua yang tinggal di sana," katanya.

    Menurut Dodi, mereka beralasan bahwa di sana sulit sekali untuk mencari pekerjaan selain bekerja di laut yang memiliki potensi ikan yang banyak seperti di Bitung dan sekitarnya.

    Sebagai langkah terakhir, Keimigrasian Sulut mendata PTD untuk dikirim ke Konsulat Jenderal Filipina di Manado. Identitas mereka akan ditelusuri.

    Mereka akan dideportasi jika berkewarganegaraan Filipina. "Namun, jika nantinnya Konsulat Filipina tidak Kami akan mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa mereka adalah WNI," tandas Dodi.

    (Baca: Ribuan Warga Indonesia Tinggal di Filipina tanpa Dokumen)


     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id