comscore

Vaksin PMK Terbatas, DIY Pilih Dampingi Peternak

Ahmad Mustaqim - 28 Juni 2022 16:26 WIB
Vaksin PMK Terbatas, DIY Pilih Dampingi Peternak
Ilustrasi--Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu kandang peternakan sapi di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/6/2022). Antara/Fauzan
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan 4.800 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian. Namun kuota tersebut hanya satu persen dari jumlah total ternak di DIY yang mencapai 850 ribu ekor.

"Vaksin yang kita butuhkan masih sangat banyak, mengingat sapi kita ada sekitar 850.000 ekor. Vaksin dijanjikan akan datang lagi Agustus nanti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto, Selasa, 27 Juni 2022.
Sugeng mengatakan sebanyak 3.100 dosis vaksin diperuntukkan bagi ternak di Kabupaten Sleman. Prioritas vaksinasi ternak di Sleman untuk sapi perah penghasil susu. Lokasi yang disasar di Kecamatan Pakem dan Cangkringan.

Sapi perah, kata Sugeng, dipilih jadi prioritas vaksin karena memberikan pendapatan harian ke peternak. Sapi yang divaksin harus dalam kondisi sehat. Kemudian, disusul sapi potong karena menjelang hari raya Iduladha.
 
Baca juga: 80% Hewan Ternak di Tangerang Sembuh dari PMK

"Bayangkan saja kalau nanti misalnya pas Iduladha ada pemotongan sapi di Sleman, kalau penanganannya salah dan tidak tahu sapi sakit atau tidak, lalu dicuci di sungai dan sungainya mengalir sampai ke Bantul, ya sudah, semua pasti cepat kena (tertular)," ujarnya.

Ia mengatakan vaksin yang sudah diperoleh harus dihabiskan maksimal pada 5 Juli. Menurut dia, alokasi vaksin berikutnya mempertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan angka kasus PMK.

Selain itu, Sugeng melanjutkan, jajarannya juga melakukan penanganan hewan yang terjangkit PMK dengan pengobatan yang lebih intensif lewat skema pemberian vitamin dan extra fooding. Ia mengatakan pemulihan dan penguatan ini perlu dilakukan lebih intensif dengan perlakukan khusus dari para penjaganya.

"Pemerintah DIY akan memberi dukungan peternak masih keterbatasan. Meskipun tidak mungkin menyalurkan vitamin dan obat-obatan secara gratis, namun akan dilakukan pendampingan oleh Balai Besar Veteriner dan Puskeswan-puskeswan setempat," kata dia.

Baca juga: 

Baca juga: Pemprov Sumsel Targetkan Vaksinasi PMK Rampung 2 Juli

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan terus mengupayakan penambahan kuota vaksin. Menurutnya butuh banyak dosis vaksin untuk mencegah PMK.

"Kami butuh banyak vaksin untuk ternak di Sleman. Selama ini hewan yang terkena PMK dominan (masuk) dari luar daerah," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, jumlah ternak saat ini yakni sapi 32.658 ekor, kambing 17.082 ekor, dan domba 36.743 ekor. Semantara, kasus PMK telah menjangkiti hampir 3.000 ternak.

"Ternak yang sakit (PMK) 2.791 ekor, mati 32 ekor, potong paksa 6 ekor, dan sembuh 71 ekor," jelas dia.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id