Jajal GeNose, Ganjar Pranowo Usulkan Indonesia Terapkan sebagai Alat Deteksi Covid-19

    M Studio - 06 Januari 2021 09:01 WIB
    Jajal GeNose, Ganjar Pranowo Usulkan Indonesia Terapkan sebagai Alat Deteksi Covid-19
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajal GeNose (Foto:Antara/Hendra Nurdiyansyah)
    Yogyakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat pembuatan alat pendeteksi covid-19 karya Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19, pada Selasa, 5 Januari 2021. Tak hanya melihat, Ganjar juga langsung menjajal produk alat pendeteksi covid-19 dengan klaim tingkat akurasi 97 persen itu.

    Tiba di pabrik GeNose yang terletak di UGM Science Technopark sekitar pukul 12.30 WIB, Ganjar langsung menjajal alat tersebut. Caranya, ia menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Setelah itu, kantong plastik berisi nafas Ganjar itu kemudian dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop. Dan dalam hitungan waktu tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif.

    "Wah cepat sekali, hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya. Keren ini," kata Ganjar kagum.

    Ganjar pun langsung memesan 100 unit GeNose untuk dibawa ke Jawa Tengah. Namun sayang, karena produksinya masih sedikit, baru 35 alat GeNose yang bisa didapatkan Ganjar.

    "Saya mau beli 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar.

    Dari hasil tes yang dilakukan, Ganjar mengatakan GeNose dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing covid-19. Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit.

    "Hanya dengan meniup nafas kita, kemudian diukur dengan alat ini, tiga menit sudah keluar hasilnya apakah positif atau negatif. Ini waktu yang sangat cepat, dibandingkan dengan tes lain misalnya PCR. Jadi nantinya laboratorium tidak pusing lagi, masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus swab, cukup nyebul (menghembuskan napas) saja sudah keluar hasilnya," katanya.

    Ganjar pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi covid-19. Ia membayangkan, jika semua puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.

    "Saya langsung pesan alat ini karena produk anak bangsa, labelnya Merah Putih. Negara harus berpihak. Saya bayangkan kalau negara memerintahkan seluruh daerah menggunakan ini, maka surveilans akan jauh lebih baik dan coverage pengecekan di Indonesia untuk mengetahui berapa yang terpapar akan jauh lebih cepat," ujarnya.

    Tak hanya cepat, harga GeNose relatif murah, Rp62 juta. Dengan harga tersebut, satu alat bisa digunakan untuk mengetes 100 ribu orang, maka kalkulasinya jauh lebih murah dibandingkan alat tes covid-19 lainnya.

    "Kalau kita bicara politik kesehatan, maka ini sangat murah karena bisa mengcover banyak orang. Kalaupun masyarakat harus bayar sendiri untuk tes ini, kisarannya kantongnya Rp15 ribu dan biaya tambahan lainnya total hanya Rp25 ribu, sangat terjangkau. Tapi kalau dibiayai negara, akan jauh lebih murah. Bandingkan dengan tes PCR yang harganya bisa Rp900 ribu per tes," kata Ganjar.

    Jajal GeNose, Ganjar Pranowo Usulkan Indonesia Terapkan sebagai Alat Deteksi Covid-19
    Ketua Tim GeNose C-19, Prof Kuwat Triyana

    Sementara itu, Ketua Tim GeNose C-19, Prof Kuwat Triyana menjelaskan cara kerja GeNose adalah mendeteksi senyawa organik bernama Volatile Organic Compound (VOC) hasil proses metabolik virus covid-19 di dalam tubuh melalui hembusan napas.

    "Kalau yang memiliki covid-19, reaksi metabolik yang dihasilkan akan berbeda dengan patogen lain. Jadi, kalau yang mengandung Covid-19, langsung bisa terdeteksi," katanya.

    Pengujian GeNose lanjut Kuwat sudah dilakukan berkali-kali dengan ribuan orang yang berbeda. Setelah pengujian itu, otak mesin tersebut telah dikunci untuk mendeteksi senyawa yang berbahaya khususnya covid-19.

    "Tingkat akurasi mesin ini bisa mencapai 97 persen. Untuk pengujiannya, hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit," ucapnya.

    Setelah mengantongi izin edar dari pemerintah, Kuwat menyebutkan akan langsung menggenjot produksi GeNose C19. Saat ini, 100 unit rampung diproduksi.

    "Bulan Januari ini kami targetkan bisa memproduksi 5 ribu hingga 10 ribu unit, dan akan meningkat pada bulan-bulan selanjutnya. Pemesanan sudah banyak, termasuk dari Jawa Tengah yang kami yakin dapat terpenuhi. Untuk penjualan kami prioritaskan untuk pemerintah dahulu, termasuk perusahaan yang bergerak di pelayanan publik seperti PT KAI yang juga sudah memesan," ucapnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id