Polda Jabar Ungkap 10 Kg Sabu Disembunyikan dalam Ban Truk

    P Aditya Prakasa - 10 November 2020 11:09 WIB
    Polda Jabar Ungkap 10 Kg Sabu Disembunyikan dalam Ban Truk
    Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil menggagalkan pengiriman sabur seberat 10 kg. (Foto: Medcom.id/P Aditya)
    Bandung: Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat mengagalkan pengiriman narkoba jenis sabu seberat 10 kilogram (kg) lebih, yang disembunyikan di dalam ban cadangan sebuah truk. Truk tersebut diamankan saat melintas Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Direktur Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, mengatakan, sabu yang dibungkus kemasan teh Cina itu dikirim dari Pekanbaru. Rencananya, barang haram tersebut diedarkan di Madura, Jawa Timur.

    "Sabu seberat 10,9 kilogram ini dikirim dari Tiongkok ke Pelabuhan Kampar, Riau. Kemudian dikirim lagi ke Pelabuhan Bakauheni, kemudian menggunakan jalur darat menuju Madura, Jawa Timur," beber Rudy, di Markas Polda Jawa Barat, Selasa, 10 November 2020.

    Rudy mengatakan, unit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jawa Barat yang dipimpin oleh AKBP Heryanto mendapat informasi adanya sindikat jaringan sabu lintas provinsi. Lalu tim Subdit 2 melakukan penyelidikan selama satu bulan.

    Baca juga: BPBD Magelang Imbau Warga Merapi Tetap Tenang

    Penyelidikan bemuara pada ditemukannya sebuah truk berwarna kuning dengan nomor polisi W 9812 NV di Gerbang Tol Cikampek Utama. Polisi lantas memberhentikan truk dan dilakukan penggeledahan.

    "Awalnya sempat tidak ditemukan sabu itu, tapi saat ban serepnya dibuka, kita temukan 10 paket sabu. Kalau kita kurang jeli, bakal lolos," ujarnya.

    Polisi juga menangkap dua orang sebagai kurir yaitu, supir dan kernet truk berinisial AHD dan OM. Keduanya mendapat upah Rp250 juta dari hasil pengiriman barang haram tersebut.

    "Kemungkinan barang ini rencananya bukan diedarkan di Jawa Barat. Pengungkapan ini memang yang paling besar selama 2020 di Polda Jawa Barat," kata Rudy.

    Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id