Pengalaman Prayogo Merawat WBP Covid-19 Hingga Sembuh

    Syaikhul Hadi - 10 November 2020 16:03 WIB
    Pengalaman Prayogo Merawat WBP Covid-19 Hingga Sembuh
    Prayogo saat menerima penghargaan dari Kalapas Porong, Gun Gun Gunawan, di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 10 November 2020. Medcom.id/ Syaikhul Hadi
    Sidoarjo: Prayogo Mubarak, petugas medis lapas Porong Sidoarjo, menjadi salah satu dari ratusan pegawai lapas yang ditugaskan sebagai perawat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terpapar covid-19.

    Sejak munculnya klaster covid-19 di lingkungan lapas, pimpinan membentuk tim khusus untuk menangani langsung baik dari aspek  perawatan, pengobatan, dan kesembuhan pasien.

    "Khawatir, takut, pasti ada karena kita juga manusia, punya keluarga sama seperti warga binaan pemasyarakat yang sempat syok, sampai-sampai kesehatannya menurun. Meski dia (WBP) di vonis mati, tapi kelihatan sekali kalau dia takut mati karena covid-19," kata Prayogo usai menerima pengharagaan pada hari Pahlawan Nasional di Sidoarjo, Selasa, 10 November 2020.

    Baca: Wali Kota Tangerang Ajak Warga Jadi Pahlawan Melawan Covid-19

    Prayogo mengaku masih ingat lapas porong yang menampung sekitar dua ribu warga binaan mendapat kabar ada 56 warga binaan reaktif covid-19. Munculnya klaster baru di lingkungan lapas tentunya membuat semua pegawai khawatir.

    Dengan sigap petugas lapas akhirnya mulai memikirkan bagaimana langkah untuk menangani covid-19 di lingkungan lapas. Beberapa perlengkapan protokol kesehatan pun mulai dipasang di beberapa titik, kunjungan keluarga WBP dihentikan, menyediakan ruang isolasi, hingga membentuk tim medis yang sebagian besar perawatnya adalah pegawai lapas.

    "Cuma ada satu dokter khusus lapas. Sisanya adalah petugas lapas yang ditugaskan sebagai perawat WBP covid-19," jelas Prayogo.

    Mendapat tugas yang baru, pria yang menjabat sebagai Kasie Perawatan Lapas Porong, tersebut akhirnya menyatakan bersedia. Meski bukan berlatarbelakang seorang perawat, Prayogo tidak bisa membayangkan jika covid-19 nantinya akan menyebar ke seluruh WBP yang ada di lapas Porong.

    Dari 56 WBP yang terpapar covid-19, sebagian merupakan pegawai lapas. Namun hanya ada beberapa yang berhasil dirujuk ke rumah sakit dikarenakan kondisinya memerlukan perawatan intensif. Sedangkan sisanya ditempatkan di ruang isolasi.

    "Kebetulan yang kita rujuk ke RS memiliki penyakit penyerta, dan kondisinya sudah tidak stabil. Sedangkan WBP yang tanpa gejala kita kumpulkan di ruang isolasi," ungkapnya.

    Untuk ruang isolasi, petugas menyediakan Blok G yang berisi 12 kamar, tempat laundry berkapasitas 40 orang, dan dapur. Jika ditotal ruang isolasi di lapas Porong bisa menampung sekitar 200 orang.

    Menurutnya untuk memastikan sebaran covid-19, tim medis melakukan tracing dan dilanjutkan swab tes. Dan jika positif maka langsung ditempatkan di ruang isolasi untuk diberikan treatment.

    Treatment yang diberikan mulai dari olahraga, berjemur, memberikan vitamin, dan memberikan masukan-masukan positif agar WBP yang dulunya reaktif bisa sembuh dari covid-19.

    "Awalnya memang takut, karena kita juga manusia juga, punya keluarga, anak- istri takut terpapar juga. Tapi mau gimana lagi kalau bukan kita sendiri yang menangani," bebernya.

    Divonis Mati, WBP Takut Meninggal karena Covid-19

    Di sela-sela menangani WBP covid-19, NHS, 50, WBP yang divonis mati gara-gara kasus pembunuhan mengalami syok karena hasil swab tesnya positif covid-19.

    Sejak dipindahkannya NHS ke Lapas Porong sekitar 10 tahun yang lalu, Prayogo belum pernah melihat rasa ketakutan yang mendalam dialami NHS. Namun sejak dinyatakan reaktif, kondisi psikis NHS semakin memburuk. Bahkan kesehatannya pun kian menurun dari hari ke hari.

    "Ada sebuah ketakutan yang mendalam. Padahal dia divonis mati tidak ada kejadian apa-apa. Tapi gara-gara covid-19 justru psikisnya terganggu. Dia sempat down, lama kelamaan kondisinya menurun, setelah di observasi dokter, sempat di infus juga. Kami beri supprot lagi," ungkap Prayogo.

    Treatment terus dilakukan dari hari ke hari. Pemberian vitamin olahraga, dan support agar NHS bisa sembuh dari covid-19 juga mengalir. Hingga akhirnya dia dinyatakan sembuh setelah melewati masa inkubasi 14 hari dan swab ulang dengan hasil negatif.

    Bahkan berkat kesembuhannya NHS di dapuk menjadi salah satu kader kesehatan yang ditunjuk petugas. Hal itu dilakukan agar NHS bisa memberikan dukungan bagi WBP yang mengalami hal yang sama dengannya.

    Setelah melewati masa-masa perawatan WBP covid-19, Prayogo bersyukur upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dari 116 yang dinyatakan reaktif hingga saat ini semua sudah sembuh. Bahkan dia yang mengkhawatirkan kondisinya terpapar covid-19 lantaran berbaur dengan reaktif, hingga saat ini dia belum pernah dinyatakan positif covid-19.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id