Hujan Deras Memicu Tanah Longsor di Cianjur

    Media Indonesia.com - 11 November 2020 07:29 WIB
    Hujan Deras Memicu Tanah Longsor di Cianjur
    Ilustrasi. (Foto: ANTARA)
    Cianjur: Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tertimbun tanah longsor saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Selasa petang, 10 November 2020. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan tersendat.

    Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, material tanah longsor dari tebing berguguran yang mengarah ke ruas jalan utama kabupaten dan desa. Setidaknya terdapat tiga titik kejadian tanah longsor.

    Titik pertama, kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Kebonkalapa, Desa Sukajaya. Sedangkan di Kampung Cigadog menuju ke Patrol terdapat dua titik longsor sekitar pukul 16.20 WIB.

    "Dari laporan Relawan Tangguh Bencana setempat, tidak ada korban jiwa. Kejadiannya (longsor) saat hujan," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan.

    Baca juga: 316 Pasien Covid-19 di Sulbar Isolasi Mandiri

    Material tanah longsor yang menutup jalan memang sempat menghambat arus kendaraan di jalur utama Kecamatan Tanggeung menuju ke kecamatan lain. Namun petugas gabungan dari berbagai elemen seperti BPBD, Polri, TNI, warga, serta petugas Dinas PUPR Kabupaten Cianjur sigap membersihkan material longsor menggunakan alat berat.

    "Saat ini, jalan sudah dapat dilalui kembali kendaraan roda dua maupun roda empat. Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat kerja sama Retana, warga, dan pihak-pihat terkait lainnya," sebut Irfan. 

    Selain tanah longsor, kata Irfan, dilaporkan juga terjadi banjir di Kampung Mekarmulya sekitar pukul 16.00 WIB. Penyebabnya akibat meluapnya air dari areal persawahan.

    "Dari semua kejadian bencana di Kecamatan Tanggeung, kita belum melakukan asesmen. Jadi belum tahu nilai kerugian dan apa saja yang terdampak. Secepatnya kami akan lakukan assesmen," jelas Irfan.

    Baca juga: Volume Magma Gunung Merapi Disebut Melebihi Erupsi 2006

    Kapolsek Tanggeung, AKP AW Nasution, menambahkan terdapat tiga titik tanah longsor yang materialnya menutup jalan. Tanah longsor berasal dari tebing yang ambruk diduga akibat terus-menerus diguyur hujan.
     
    "Di wilayah Tanggeung ada tiga titik. Di jalan raya utama ada dua titik dan di jalan menuju ke arah Kecamatan Cijati  satu titik. Sekarang sudah bisa jalan ke dua arah. Pembersihan material tanah longsor menggunakan alat berat," imbuh dia. (Benny Bastiandi)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id