Buronan Kasus Penganiayaan Ditembak 5 Kali Sampai Kritis, 5 Anggota Polres Luwu Utara Diperiksa

    Antara - 28 Oktober 2021 18:02 WIB
    Buronan Kasus Penganiayaan Ditembak 5 Kali Sampai Kritis, 5 Anggota Polres Luwu Utara Diperiksa
    Kepala Bidang Humas Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan Kombes Pol E Zulpan. ANTARA/Darwin Fatir.



    Makassar: Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan memeriksa secara maraton terhadap enam orang personel Polri, termasuk Kapolres Luwu Utara AKBP Irwan Sunuddin atas pelanggaran kode etik. Pemeriksaan terkait penembakan buronan kasus penganiayaan berinisial IL yang mengalami kritis.

    "Kapolresnya sudah diperiksa, tapi masih jabat kapolres. Semua sudah terperiksa dalam penanganan Propam sesuai terkait dugaan pelanggaran kode etik," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan disela kegiatan Collaborator Justice di Makassar, Kamis, 28 Oktober 2021. 

     



    Zulpan mengatakan para personel tersebut akan akan dikenakan sanksi tegas jika terbukti bersalah. "Ada enam terperiksa, Kapolres, Kasat Reskrim dan anggota yang lain. Untuk Kasat dan anggota ditarik ke Polda, dimutasi dan pemeriksaan," paparnya kepada wartawan.

    Pemeriksaan yang melibatkan Kapolres Luwu Utara itu diduga merekayasa peristiwa saat penangkapan buronan pelaku penganiayaan yang berbuntut penembakan. Laporan tidak sesuai saat diserahkan kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

    Baca: Warga Ketakutan Usai Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat

    Sebagai pimpinan di wilayah kerja Kabupaten Luwu Utara, Kapolres juga dianggap tidak memeriksa dan mengawasi anggotanya saat eksekusi penangkapan pelaku disertai penembakan sebanyak lima kali.

    Padahal bersangkutan diketahui tidak melakukan perlawanan. Hingga akhirnya mengalami kritis saat dibawa ke rumah sakit setempat.

    Kapolres juga dinilai lalai dengan tidak mencari kebenaran atas kejadian itu, baik memeriksa dokumen dan fakta yang sesungguhnya terjadi sesuai Standar Operasional Prosedur atau SOP.

    Sebelumnya, korban IL, 30, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, karena mengalami luka serius hingga kritis usai ditembak polisi sebanyak lima kali ketika penangkapan pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Timah panas yang ditembakkan petugas itu bersarang di lutut, bagian bawah perut, dan dua luka di paha, hingga mendapat delapan jahitan di tubuhnya. Bersangkutan terlibat dua kasus tindak pidana yaitu penganiayaan pada November 2020 dan pembakaran pada Januari 2021.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id