Warga Malang Tewas Tersambar Petir saat Pasang Solarlite

    Daviq Umar Al Faruq - 21 November 2021 13:33 WIB
    Warga Malang Tewas Tersambar Petir saat Pasang Solarlite
    DRS, 47, warga Jalan Pandan Laras 03 RT03/RW06, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, tewas tersambar petir. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq



    Malang: DRS, 47, warga Jalan Pandan Laras 03 RT03/RW06, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, tewas tersambar petir. Ia tersambar petir di Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Sabtu, 20 November 2021.

    Kapolsek Pagelaran, Iptu Sugik Hernawan, mengatakan awalnya korban tengah memasang solarlite di rumah Hery, 52. Saat itu DRS bekerja bersama temannya Sutrisno, 47, dan saat bekerja keduanya tersambar petir.

     



    "Iya benar, ada dua orang tukang kanopi yang disambar petir, satu berhasil selamat dan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Sugik saat dikonfirmasi, Minggu, 21 November 2021.

    Baca: Pilkades di Cirebon Siagakan Posko Vaksin di TPS

    Saat itu mereka tengah memasang solarlite di teras samping lantai dua rumah Hery dengan posisi korban DRS memegangi tangga aluminium dan Sutrisno di atas tangga melakukan pemasangan solarlite.

    Saat itu kondisi gerimis, tiba-tiba ada kilatan petir dan langsung menyambar kedua korban. Seketika korban DRS terpental kurang lebih 3 meter dan langsung tidak sadarkan diri.

    Hal yang sama juga dialami korban Sutrisno yang langsung terjatuh dari tangga dan sempat tidak sadarkan diri.

    "Satu korban yang meninggal bernama DRS dan satu korban selamat yang merupakan teman kerja korban yaitu Sutrisno warga Jalan Kemantren 31 RT07/RW03, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang," jelas Sugik.

    Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Pagelaran dan petugas medis dari Puskesmas Pagelaran mendatangi TKP dan melakukan pertolongan medis.

    "Rekan kerja korban yang bernama Sutrisno dapat sadarkan diri namun kondisinya lemas dan trauma. Nahas untuk nyawa korban DRS tidak terselamatkan," ungkapnya.

    Dari hasil pemeriksaan tubuh korban yang dilakukan tim medis Puskesmas Pagelaran tidak di temukan bekas kekerasan. "Keluarga korban menolak dilakukan autopsi, dan menerima kematian korban. Jenazah sudah diserahkan kepada kelurga untuk dimakamkan," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id