Angin Kencang Robohkan Atap Mal Serta Bangunan SD, Ratusan Polisi Masuk DTKS

    Lukman Diah Sari - 27 November 2021 08:00 WIB
    Angin Kencang Robohkan Atap Mal Serta Bangunan SD, Ratusan Polisi Masuk DTKS
    Atap penghubung mal dan hotel Tentrem di Semarang, Jateng, ambruk. (Tangkapan layar)



    Jakarta: Sejumlah pemberitaan di daerah pada Jumat, 26 November 2021, menjadi perhatian publik. Pertama, peristiwa ambruknya atap penghubung hotel dan mal di Semarang, Jawa Tengah.

    Atap penghubung Mal Tentrem dengan Hotel Tentrem di Semarang itu ambruk, diduga lantaran diterjang angin kencang. Video runtuhnya atap jalan penghubung hotel dan mal itu beredar melalui pesan WhatsApp.
     
    Manajer Humas Hotel Tentrem Semarang, Arthur Situmeang, runtuhnya atap jalan penghubung hotel dan mal Tentrem terjadi pukul 14.00 WIB. Namun, manajemen Hotel Tentrem Semarang masih belum bisa memberi klarifikasi.
     
    "Pihak manajemen belum dapat memberikan klarifikasi resmi karena masih dalam tahap investigasi manajemen untuk mencari tahu penyebab kejadian," kata Arthur, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 26 November 2021.

     



    Selengkapnya baca di sini: Angin Kencang, Atap Penghubung Hotel dan Mal Tentrem Semarang Ambruk

    Kedua, angin kencang juga menghancurkan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 25 November 2021. 

    Meski tidak ada korban jiwa, atap Gedung SDN 1 Balonggemek, Kecamatan Megaluh, yang terbuat dari baja ringan sempat beterbangan menimpa bangunan sekolah lainnya.
     
    Dari pantuan di lokasi, tampak reruntuhan atap berserakan hingga ke ruangan lain yang berdekatan. Tak hanya atap berhamburan, reruntuhan gedung juga berserakan.
     
    Selain meruntuhkan atap, angin juga merobohkan gedung kesenian hingga seluruhnya rata dengan tanah. Sejumlah guru dan warga, nampak evakuasi dengan alat sederhana agar saat para siswa masuk sekolah tidak teganggu.

    Selengkapnya baca di sini: Angin Kencang Hancurkan Bangunan SD di Jombang

    Terakhir, sebanyak 278 anggota polisi disebut masyk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak menerima bantuan sosial (bansos).Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman tak menampik hal itu. 

    "Ternyata setelah kita lakukan pendalaman, tidak hanya 278 anggota Polri yang masuk DTKS, tapi juga ada beberapa lainnya termasuk dari anggota dewan, PNS, BUMD, bahkan perangkat desa atau Kuwu," jelas Arif di Maporlesta Cirebon, Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 26 November 2021.
     
    Arif mengungkapkan, dari jumlah itu tidak semuanya anggota Polresta Cirebon. Namun terdapat juga anggota polisi dari kesatuan lain yang bertugas di Kabupaten Cirebon.

    Selengkapnya baca di sini: 278 Polisi di Cirebon Masuk DTKS Dipastikan Tak Terima Bansos

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id