Belasan Pemudik di Purworejo Dikarantina di Gedung SD

    Bagus Aryo Wicaksono - 15 Mei 2020 15:57 WIB
    Belasan Pemudik di Purworejo Dikarantina di Gedung SD
    Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengunjungi belasan pemudik yang dikarantina di gedung SD Negeri 1 Donorejo, Purworejo, Jawa Tengah, Jumat, 15 Mei 2020. Medcom.id/ Bagus Aryo Wicaksono
    Purworejo: Belasan pemudik di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjalani isolasi di gedung SD Negeri 1 Donorejo.  Kepala Desa Donorejo, Suparman, mengatakan para pemudik yang menjalani karantina berjumlah 16 orang meliputi 9 pria dan 7 wanita.

    "Kebanyakan berasal dari zona merah, Jakarta, Semarang, Depok, Bekasi dan Jogja," kata Suparman saat dikonfirmasi, Jumat, 15 Mei 2020.

    Baca: Sebagian Warga DIY Abaikan Anjuran Pakai Masker

    Suparman menuturkan pemeriksaan kesehatan dilakukan dari pemerintah desa setiap hari dengan melakukan cek suhu tubuh. Sementara cek kesehatan dilakukan setiap dua hari sekali oleh bidan desa.

    "Untuk menjaga kesehatan mereka juga kita minta melakukan olahraga setiap hari. Di lokasi karantina juga sudah disediakan televisi agar mereka tidak merasa jenuh," jelas Suparman.

    Suparman mengatakan setiap pemudik yang datang dari zona merah akan langsung dijemput untuk diisolasi untuk memutus penyebaran covid-19.

    Seorang warga yang menjalani isolasi, Winarno, 30, mengaku sangat ingin pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Namun ia tetap harus menjalani isolasi agar keluarganya aman dari virus covid-19.

    "Diisolasi sangat melelahkan, selama 14 hari hanya di tempat penampungan, seperti orang terkekang tidak bisa melihat luar. Namun karena situasi pandemi covid, saya jalani demi kebaikan semuanya dan kesehatan saya dan keluarga," ungkap Winarno.

    Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, memaklumi jika warga yang menjalani isolasi pasti merasa jenuh dan bosan. Namun ia meminta warga bersabar karena semua dilakukan sesuai prosedur.

    "Saya memahami rasa jenuh dan bosan yang dirasakan warga di tempat karantina. Namun semua ini demi kebaikan bersama," ujar Yuli.

    Yuli mengusulkan warga yang menjalani karantina agar tetap melakukan aktivitas untuk menjaga kesehatan. Selain itu warga bisa membuat keterampilan agar masa isolasi selama 14 hari tidak terasa menjemukan.

    Pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa berupaya terus melakukan koordinasi dengan memperhatikan dan memantau kepada semua warga yang diisolasi. Isolasi dilakukan sebagai upaya, agar warga yang datang dan warga yang didatangi sama-sama dipastikan tidak terpapar covid-19.

    "Saya minta warga yang di isolasi jika merasakan kurang sehat seperti flu maupun batuk, agar segera lapor kepada petugas untuk bisa segera diberi tindakan pemeriksaan," pungkas Yuli.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id