77 ASN Kota Solo Terdaftar sebagai Penerima BST

    Widjajadi - 22 Mei 2020 15:27 WIB
    77 ASN Kota Solo Terdaftar sebagai Penerima BST
    Ilustrasi--Warga menunjukkan bantuan sosial tunai dari Kemensos di Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
    Solo: Kisruh penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) bersumber APBN Kementerian Sosial (Kemensos) tidak tepat sasaran kembali terkuak. Salah satunya terjadi di lokasi penyaluran Pendopo Kelurahan Jagalan, yang dipantau langsung Mensos Juliari P Batubara, Kamis sore, 21 Mei 2020.

    Sebanyak 77 penerima manfaat BST merupakan aparatur sipil negara dan pensiunan pegawai Pemkot Solo. Padahal, tujuan pemerintah menyalurkan BST untuk warga miskin terdampak pandemi covid-19.

    "Iya, ada sebanyak 77 ASN dan pensiunan ASN, ikut dimasukkan menerima dana BST yang dibagikan lewat PT Pos Indonesia di Kantor Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres," papar Lurah Jagalan, Nanang Heri Triwibowo, Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut dia, BST salah sasaran terkuak dari hasil penelusuran petugas di lapangan. Data keluarga penerima manfaat (KPM) banyak yang tidak tepat sasaran dan ganda.

    Baca juga: Kawasan Perniagaan Pecinan Malang Diminta Tutup Selama PSBB

    "Saat temuan awal ada 711 KK Kelurahan Jagalan yang mendapatkan BST senilai Rp600.000 per KK. Namun pascaverifikasi, tinggal 634 KK yang menerima BST," ujar dia

    "Kalau pensiunan ASN ada yang dapat BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau PKH (Program Keluarga Harapan) kita coret," lanjut dia.

    Dari hasil informasi yang didapat, ASN dan pensiunan ASN tersebut dengan kesadaran diri mengembalikan BST Rp600.000 kepada petugas PT Pos Indonesia. Bantuan yang dikembalikan tidak boleh dialihkan kepada orang lain.

    "Perubahan data baru bisa kami lakukan pada penyaluran BST tahap kedua, Juni," imbuh Nanang.

    Ia mengapresiasi para ASN dan pensiunan ASN yang terdata menerima BST telah dengan sadar melakukam pengembalian.

    Baca juga: 18.454 Warga Purworejo Terima Bantuan dari Pemprov Jateng

    Sementara itu, seorang warga Kelurahan Jagalan, Tri, 53, mengaku sudah mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari Pemkot Solo. Namun, ia juga mendapat BST dari pemerintah pusat.

    "Sesuai aturan harusnya saya tidak dapat BST dari Kemensos karena telah mendapatkan bantuan sembako dari pemkot. Namun, karena saya juga butuh uang tunai saya ambil saja bantuan BST ini," kata Tri.

    Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan penyaluran BST Covid-19 ditargetkan rampung sebelum Lebaran, atau maksimal sampai 23 Mei, dengan realisasi 8,3 juta kepala keluarga (KK).

    "PT Kantor Pos Indonesia agar bisa merealisasikan target tersebut dengan kerja dan semangat tinggi menyukseskan program membantu warga miskin terdampak pandemi covid-19," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2020.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id