Pemkot Batu Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di Sekolah SPI

    Daviq Umar Al Faruq - 04 Juni 2021 16:57 WIB
    Pemkot Batu Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di Sekolah SPI
    Suasana gerbang depan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 2 Juni 2021.



    Batu: Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membuka posko pengaduan untuk para korban yang hendak melaporkan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur. Posko pengaduan dinaungi oleh tiga instansi. 

    "Kami sudah membuka posko pengaduan di Polres Kota Batu mulai Kamis (3 Juni 2021)," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu, MD Forkan, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Ada tiga instansi yang terlibat pada posko pengaduan tersebut. Yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu; Dinas Sosial Kota Batu; dan Polres Batu.

    "(Laporan) tentu ada. Tentang apa, dan bagaimana, karena untuk keperluan perlindungan anak, belum bisa dipublikasikan," ucap Forkan.

    Sejauh ini, pelapor dugaan kekerasan seksual di SMA SPI berjumlah 21 orang. Para pelapor tersebut merupakan alumni, bukan siswa aktif.

    Baca: Dinas Perlindungan Anak Jatim Siap Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah SPI

    Meski tersandung kasus tersebut, Dinas Pendidikan Jatim menjamin proses belajar mengajar di SMA SPI tetap berjalan. Para siswa di SMA SPI dipastikan belajar dengan tidak dalam suasana ketakutan, traumatik, dan tetap semangat belajar.

    Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi kantor Polda Jatim, Sabtu, 29 Mei 2021. Tujuannya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.

    "Ada sekitar 15 korban, ini menyedihkan karena ini adalah sekolah yang dibanggakan oleh Kota Batu dan Jatim tapi ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa hingga bisa mencederai dan menghambat anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim.

    Selain dugaan tindak pidana kekerasan seksual, Komnas PA diketahui juga melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan fisik serta dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi.


    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id