ASN Pemkab Cianjur tak Lagi Kerja di Rumah

    Benny Bastiandi - 02 Juni 2020 11:23 WIB
    ASN Pemkab Cianjur tak Lagi Kerja di Rumah
    Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
    Cianjur: Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali bekerja di kantor pemerintahan menyusul pencabutan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) parsial.

    Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Thoyib, mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat, ASN tidak diberlakukan lagi bekerja di rumah (work from home). Sehingga, semua ASN dari berbagai eselon wajib masuk kerja.

    "Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan," terang Budi, Selasa, 2 Juni 2020.

    Jumlah ASN di Kabupaten Cianjur hingga saat ini sekitar 10.700 orang. Mayoritas berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

    "Kalau untuk SOP (standar operasional prosedur) atau juklak dan juknisnya sedang disusun dalam perbup (peraturan bupati). Itu yang nanti harus ditaati semua pegawai," jelasnya.

    Budi mengaku akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan pergerakan covid-19. Jika tren pergerakan covid-19 terpantau melandai atau cenderung turun, kebijakan kembali bekerja terhadap seluruh ASN akan dilanjutkan.

    Baca juga: 12 Daerah di Sulsel Diajukan untuk Kenormalan Baru

    "Sebaliknya, jika trennya terpantau meningkat, perlu ditinjau ulang untuk kembali menerapkan bekerja di rumah," ujarnya. 

    Menurut dia, pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diserahkan ke masing-masing pimpinan instansi. Mereka harus memantau dengan memperhatikan penyediaan hand sanitizer, wastafel untuk cuci tangan, penggunaan masker, maupun pengaturan jaga jarak.

    "Perlu diperhatikan juga pembatasan penerimaan tamu. Seperti di Dinas Perizinan (Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Atap) sebagai perangkat daerah pelayanan. Pastinya banyak tamu dari luar Cianjur yang mengurusi perizinan. Nah ini yang mesti diperhatikan," tegas Budi.

    Selama pandemi covid-19, penerapan kebijakan bekerja di rumah bagi kalangan ASN berjalan cukup lama. Namun bagi pejabat eselon II mereka wajib masuk kerja.

    "Hingga setelah Lebaran, bagi ASN eleson III ke bawah masih bekerja di rumah. Tapi tetap mereka harus melaporkan keberadaan selama berada di rumah melalui aplikasi sharelock. Kecuali bagi eselon II yang wajib masuk kerja setiap hari," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id