Banyuwangi Siapkan Rp21 Miliar Untuk Penanganan dan Mencegah Korona

    Amaluddin - 23 Maret 2020 19:04 WIB
    Banyuwangi Siapkan Rp21 Miliar Untuk Penanganan dan Mencegah Korona
    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Forum Komunikasi Pimpindan Daerah (Forkopimda). (Dok: Pemkab Banyuwangi).
    Banyuwangi: Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp21 miliar untuk pencegahan dan penanganan virus korona (covid-19). Realokasi anggaran itu akan dimanfaatkan untuk bed isolasi, alat rapid test (tes cepat), alat pelindung diri (APD) dan lainnya.

    "Realokasi APBD Rp21 miliar ini sudah kami proses. Tentu kita tidak berharap (terjangkit korona), ini sebagai antisipasi mencegah korona," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Forum Komunikasi Pimpindan Daerah (Forkopimda), Senin, 23 Maret 2020.

    Anas mengatakan, realokasi APBD itu sesuai Peraturan Mendagri 20/2020 tentang Percepatan Penanganan virus korona yang diterbitkan pemerintah pusat untuk membantu daerah menangani masalah covid-19. Sebagian dana tersebut, lanjut Anas, nantinya akan digunakan untuk membeli masker, hand sanitizer, alkohol, disinfektan, dan berbagai penunjang medis lainnya. 

    "Kami telah bertemu dengan seluruh direktur rumah sakit. Kami hitung dengan prediksi dari para dokter dan ahli yang kompeten di bidangnya, terkait kemungkinan adanya kasus ini di Banyuwangi. Dari situ, kami tahu apa-apa saja yang akan ditambah dan dibutuhkan," kata Anas.

    Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono, merinci anggaran tersebut berasal dari empat pos, yakni APBD dari Dinas Kesehatan, RSUD Blambangan, RSUD Genteng, dan Belanja Tidak Terduga (BTT). "Pemkab Banyuwangi juga telah mencadangkan dana  BTT sebesar Rp5 miliar untuk berjaga-jaga bila dibutuhkan. Semua fokus untuk penanganan covid-19," kata Rio, sapaan akrabnya.

    Saat ini, lanjut Rio, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan 32 bed isolasi. Dengan realokasi anggaran, diperkirakan ada penambahan 19 bed lagi, jadi total 51 bed. "Ventilator juga akan tambah, sekitar 25 ventilator akan disiapkan," jelas Rio.

    Hingga saat ini, tidak ada satupun warga Banyuwangi positif korona maupun pasien dalam pengawasan (PDP). Meski demikian, sebanyak 54 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
     



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id