Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

    Media Indonesia.com - 15 Mei 2021 15:31 WIB
    Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias
    ilustrasi Medcom.id



    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga kini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi di wilayah Nias Barat, Sumatra Utara. Warga diminta tetap waspada dan tenang.

    "Data tersebut diambil dari laporan seluruh BPBD terkait dan akan kami update terus," ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati saat dihubungi, Sabtu, 15 Mei 2021.

     



    Dia menuturkan, Pulau Nias dan sekitarnya berada di kawasan dengan potensi gempa bumi dan tsunami kelas sedang hingga tinggi. Salah satunya di Gunung Sitoli.

    Baca: Nias Barat Diguncang Gempa Lagi, Kini Berkekuatan 5,2 Magnitudo

    Adapun enam kecamatan berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk potensi gempa bumi. Sedangkan enam kecamatan di kota ini berada pada kategori yang sama untuk potensi bahaya tsunami.

    Kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya geologi ini tidak terlepas dari catatan sejarah ratusan tahun lalu. Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia periode 416–2018, sejumlah tsunami terjadi di barat daya Sumatera, yang menunjukkan gempa bumi dan tsunami.

    Misal pada periode 1800–1899, beberapa gempa besar memicu terjadinya tsunami. Gempa berkekuatan 7,2 SR pada 1843 mengakibatkan tsunami yang berdampak di Pulau Nias. Gempa berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada Jumat, 14 Mei, juga dirasakan masyarakat di wilayah administrasi lain di Pulau Nias, yaitu Kabupaten Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan.

    Baca: Gempa Nias Barat Disebut Bencana Tunggal

    BMKG merilis parameter III–IV MMI di wilayah Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Sejarah berulangnya gempa mendorong kesiapsiagaan dari setiap individu dalam lingkup keluarga. Kesiapsiagaan menghadapi gempa dan tsunami perlu dipersiapkan sejak dini.

    Keluarga harus memiliki rencana, karena setiap keluarga memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, kapasitas keluarga dalam kebencanaan.

    "Ingat, setiap keluarga memiliki tingkat bahaya dan risiko yang berbeda, meski keluarga dalam komunitas berada pada kawasan," terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id