Rachmat Gobel Minta NasDem NTT Buka Dapur Umum dan Posko Bencana

    Medcom - 05 April 2021 08:31 WIB
    Rachmat Gobel Minta NasDem NTT Buka Dapur Umum dan Posko Bencana
    Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu, 4 April 2021. ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Lembata



    Waingapu: Politikus Rachmat Gobel meminta Partai NasDem Nusa Tenggara Timur NTT segera membuka posko bencana dan dapur umum di Flores Timur dan Lembata. Bantuan sangat diperlukan para korban bencana banjir bandang yang melanda Minggu, 4 April 2021.

    "Mereka membutuhkan bantuan segera. NasDem harus selalu hadir dengan cepat di lapangan," katanya, Senin 5 April 2021.






    Baca: NasDem Dorong Pemerintah Tetapkan KLB di Bencana NTT

    Gobel akan segera berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan selimut, pakaian, makanan, dan juga membuka dapur umum. Ia juga meminta Pemerintah Pusat menetapkan status Keadaan Luar Biasa (KLB) atas bencana banjir di Flores, 

    Gobel juga meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan penetapan status KLB. Saat ini penduduk membutuhkan bantuan segera seperti tempat tinggal, pakaian, dan makanan. 

    "Mereka butuh bantuan segera," kata Wakil Ketua DPR ini.

    Gobel dan pemprov NTT akan berkoordinasi untuk menyumbang bantuan seperti membuka dapur umum, selimut, dan sejumlah kebutuhan logistik lainnya.

    Hingga Minggu malam, 4 April 2021, jumlah korban tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mencapai 54 orang.
     
    "Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli ketika dikonfirmasi Minggu, 4 April 2021. 
     
    Tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 Wita, ketika daerah setempat diguyur hujan lebat serta angin kencang yang berlangsung cukup lama.
     
    Ia mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang membawa serta kayu dan batu besar hingga menghantam permukiman warga desa itu.
     

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id