80 Persen Sekolah di Gresik Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    Antara - 20 Oktober 2020 18:23 WIB
    80 Persen Sekolah di Gresik Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
    ilustrasi Medcom.id
    Gresik: Sebanyak 80 persen sekolah tingkat dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, siap menggelar pembelajaran tatap muka. Pembelajaran dilakukan seiring rendahnya tingkat penularan covid-19 di wilayah itu dan terus naiknya angka kesembuhan.

    Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Mahin, mengatakan 80 persen sekolah itu telah menyatakan kesanggupan menggelar tatap muka dengan mengacu rekomendasi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Gresik.

    "Satgas covid-19 Kabupaten Gresik saat ini sedang melakukan survei ke beberapa sekolah untuk melihat infrastruktur beberapa lembaga yang sesuai dengan protokol kesehatan, sebelum diterapkan pembelajaran tatap muka," kata Mahin saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Baca: Seorang Pelajar Dijemput Paksa Ibunya saat Demo di Istana Bogor

    Dia menjelaskan berdasarkan data Dispendik Gresik, jumlah sekolah tingkat dasar di wilayah itu mencapai 828 sekolah, yang terdiri dari 389 SD Negeri, 63 SD swasta dan 376 Madrasah Ibtidaiyah (MI), sedangkan SMP total mencapai 111 sekolah yang terdiri dari 34 SMP negeri dan 77 SMP swasta.

    Sementara dari sisi wali murid, Mahin, menjelaskan sekitar 85 persen telah setuju digelarnya kembali pembelajaran tatap muka berdasar survei yang dilakukan Dispendik Gresik.

    "Untuk wali murid yang menolak pembelajaran tatap muka akan tetap diberi kebebasan. Tidak ada sanksi. Sebab, kami tetap memberi fasilitas bagi wali murid yang masih ragu atau menolak, yakni para siswa mendapat pembelajaran jarak jauh seperti di masa pandemi saat ini," jelas Mahin.

    Mahin mengakui dirinya juga telah menyiapkan Standar Opersional Prosedur (SOP) melaksanakan pembelajaran tatap muka, yakni dari kapasitas kelas, jam sesi belajar, hingga protokol kesehatan.

    "Kami juga meminta sekolah, agar sebelumnya melakukan uji coba. Baik SD, SMP. Kami juga akan koordinasi dengan cabang Dispendik Pemprov Jatim untuk SMA dan SMK," ungkapnya.

    Kepala SMPN 2 Gresik, Jupri, mengakui bahwa pihaknya juga siap menyambut pembelajaran tatap muka dan memastikan seluruh prasarana telah sesuai dengan protokol kesehatan.

    "Seperti sarana cuci tangan di halaman hingga tangga, ketersediaan handsanitizer, meja jaga jarak, hingga posko atau tenda COVID-19. Di tenda itu, siswa maupun guru dilakukan pemeriksaan. Kalau ditemukan suhu tinggi, tidak diizinkan masuk sekolah. Kemudian ada ruang isolasi serta call center rumah sakit terdekat," ungkap Jupri.

    Sementara laporan kesembuhan pasien covid-19 di Gresik terus menunjukkan angka kenaikan, dibanding kasus tambahan konfirmasi positif covid-19 setiap harinya, dan terkini tambahan kasus positif 10 orang, sedangkan sembuh 14 orang, serta 1 orang meninggal.

    Data akumulasi covid-19 di Kabupaten Gresik mencapai 3,512 orang, dengan tingkat kesembuhan 3.124 orang, sisanya 171 orang masih dirawat atau isolasi serta 217 orang meninggal.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id