Belasan Warga Gunungkidul Diduga Terpapar Antraks

    Antara - 10 Januari 2020 19:38 WIB
    Belasan Warga Gunungkidul Diduga Terpapar Antraks
    Petugas suku dinas kelautan dan pertanian melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak. (Foto: MI/Jhoni Kristian)
    Gunung Kidul: Belasan warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga terpapar antraks. Sebanyak 12 orang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Gunung Kidul. Satu orang di antaranya dinyatakan meninggal pada akhir 2019.

    Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari Triyani Heni Astuti mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah para pasien itu positif antraks atau tidak.

    "Kami masih menunggu sampel darah yang diperiksa di laboratorium di Bogor, Jawa Barat," kata Triyani, melansir Antara, Jumat, 10 Januari 2020.

    Ia mengatakan saat kasus antraks muncul pada pertengahan 2019, RSUD Wonosari menyiapkan ruangan dan dokter penyakit dalam untuk menangani pasien yang diduga terpapar antraks. Sejak Desember 2019, pihaknya menerima 12 orang pasien.

    Pasien yang diduga terpapar antraks mengarah ke Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Kasus didahului oleh matinya sejumlah sapi ternak di wilayah tersebut.

    Namun, kata Triyani, temuan kasus tidak bisa langsung dinyatakan sebagai wabah antraks. Ada dua kriteria pasien yang bisa diduga terpapar penyakit tersebut.

    "Jika pasien berasal dari wilayah diduga ada antraks, dokter penyakit dalam akan mendiagnosa suspect. Kami tidak bisa mendiagnosis itu antraks, karena diagnosis antraks harus ada hasil laboratorium sampel darah yang dikirim ke Bogor," jelasnya.

    Triyani mengatakan darah pasien yang diduga terpapar antraks langsung dikirim ke laboratorium oleh Dinas Kesehatan. Pasien yang dirawat, sebelumnya mengonsumsi daging sapi yang diduga terkena antraks.

    "Kami belum menerima hasil laboratorium. Sehingga pasien kami rawat sampai membaik dan yang meninggal ini masih suspect,” katanya.

    Ia mengatakan pasien dengan gejala batuk akan dilakukan isolasi, karena bisa juga terpapar tuberkulosis. Namun demikian, untuk terduga penyakit antraks diberikan satu ruangan yang sama agar memudahkan penanganan.

    "Gejala antraks berbeda-beda, kalau yang berat dan memang dari SDM dan peralatan tidak memungkinkan akan dirujuk," katanya.

    Sementara itu, Kepala Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Supriyanto, mengakui, ada warganya yang meninggal belum lama ini. Di wilayahnya juga ada beberapa ternak yang mati mendadak.

    Dia mengakui seekor sapi disembelih warga saat hampir mati, dan dua sapi lainnya dikubur. "Sapi yang hampir mati disembelih oleh warga, dan dagingnya dibagikan ke beberapa warga. Itu sapi yang mati pertama,” katanya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id