Kebakaran Dua Gunung di Gowa Hanguskan Ratusan Hektare Hutan

    Muhammad Syawaluddin - 23 Oktober 2019 14:51 WIB
    Kebakaran Dua Gunung di Gowa Hanguskan Ratusan Hektare Hutan
    Pemadaman di Gunung Bawakaraeng, Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu 23 Oktober 2019. Muhammad Syawaluddin
    Makassar: Api yang membakar dua gunung di Kabupaten Gowa yakni Lompobattang dan Bawakaraeng diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare. Api yang menyala sejak Minggu, 20 Oktober 2019 itu hingga saat ini masih belum padam. 

    Camat Parigi, Muhammad Guntur, mengatakan bahwa api saat ini masih menyala dan pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di Kecamatan Parigi.

    "Hingga saat ini diperkirakan sudah ada ratusan hektare. Kami juga sudah mengerahkan masyarakat, pak dusun, pak desa untuk menghalau api dengan cra membersihkan lokasi yang diperkirakan akan dilewati api," kata Guntur di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Guntur menjelaskan bahwa selama tiga hari ini tim gabungan yang berada di bawah kaki gunung Lompobattang tersebut dilakukan pemadaman hanya saja kondisi medan tidak memungkinkan untuk bisa dipadamkan dengan cepat. Karena titik api jauh dari jangkauan pemadaman. 

    "Masih kewalahan untuk tembus ke lokasi kebakaran. Titik api pun masih sangat jauh kedalam sehingga susah untuk dijangkau," beber Guntur.

    Menurut Guntur untuk sementara ini mengantisipasi agar api tidak menjalar masuk ke pemukiman, pihaknya memerintahkan seluruh masyarakat agar melakukan pembersihan di wilayah yang berpotensi dilalui oleh api. Agar tidak menambah lenar dan masuk ke pemukiman warga. 

    "Caranya dengan ditimbun dengan tanah, lahan dan ranting-ranting kita bersihkan. Apalagi yg susah ini karena asap," beber Guntur.

    Guntur menceritakan untuk mencapai lokasi atau titik api, petugas harus berjalan selama dua jam dari desa terdekat. Sehingga upaya untuk memadamkan api tersebut hanya dengan bermodalkan pompa air yang disimpan di irigasi terdekat dari lokasi. 

    "Saya jalan kaki kesana dua jam saja belum bisa sampai dan tembus. Makanya masyarakat hanya berbekal pompa air melakukan pemadaman, dengan memanfaatkan irigasi yang ada disekitar lokasi kebakaran," ungkap Guntur.

    Sementara Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih berusaha memadamkan api di Gunung Bawakaraeng. Sambil mengantisipasi agar api tidak meluas dan mengarah ke pemukiman masyarakat. 

    "Sekarang masih berlangsung, seluruh unsur telah menurunkan kekuatannya. Baik masyarakat maupun pihak pemerintah," kata Andry.

    Selama tiga hari di Gunung Bawakaraeng angin kencang menjadi salah satu kesulitan, karena api yang tertiup angin bisa saja membuat kebakaran semakin meluas. Olehnya itu, untuk saat ini pihaknya terus berusaha memadamkan api sambil mengantisipasi agar api tidak terus melebar. 

    "Memang kondisi di lokasi saat ini yaitu angin yang sulit kita kendalikan. Baru ini hutan jadi kita hanya bisa mengantisipasi agar tidak menyebar sampai ke perkampungan warga," jelasnya. 

    Kendala pemadaman juga karena lokasi yang sulit di akses karena berada di Pos 1 hingga Pos 3 Gunung Bawakaraeng. Sejauh ini pihaknya memperkirakan sudah ada seluas 10 hektare lahan hutan Gunung Bawakaraeng yang terbakar. 

    "Lokasinya yang sulit diakses kendaraan pemadam sehingga yang dilakukan hanyalah tenaga manual. Sehingga memang sangat susah. Belum lagi akses sangat terbatas. Hingga saat ini sekitar 10 h lahan yang telah terbakar," jelasnya. 



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id