1.773 Fintech Ilegal Ada di Indonesia

    Ahmad Rofahan - 11 November 2019 13:02 WIB
    1.773 <i>Fintech</i> Ilegal Ada di Indonesia
    Ketua SWI Pusat, Tongam L Tobing (Batik putih) dan Ketua OJK Cirebon, M. Lutfi. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan
    Cirebon: Jumlah teknologi finasial (fintech) ilegal yang menjamur di Indonesia mencapai ribuan. Jumlah tersebut sangat jauh ketimbang jumlah fintech legal.

    Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat, Tongam L Tobing, mengatakan jumlah fintech ilegal mencapai 1773. Sedangkan fintech resmi hanya berjumlah 144.

    Tongam menerangkan kegiatan fintech ilegal tidak berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia mengungkap fintech ilegal tidak memiliki alamat yang jelas.

    "Kalau yang legal, dilindungi oleh OJK," ujar Tongam di Kantor OJK Cirebon, Senin, 11 November 2019.

    Ia menyebutkan jumlah nasabah yang menggunakan jasa pinjaman online legal mencapai 14 juta nasabah. Sedangkan uang yang disalurkan mencapai 60 triliun.

    "Lebih banyak yang menggunakan fintech legal dibandingkan ilegal," ujar Tongam.

    Tongam menyarankan melakukan dua langkah karena banyaknya masalah yang dihadapi nasabah fintech ilegal.  Jika nasabah tidak mampu membayar, maka bisa melakukan resturiksasi peminjaman, dengan meminta keringanan bunga atau denda. 

    "Bagi nasabah yang mendapatkan ancaman, bahkan kekerasan fisik atau seksual, laporkan saja ke Polisi," tandasnya.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id