11 Warga Gunungkidul Meninggal Akibat HIV/AIDS Selama 2019

    Ahmad Mustaqim - 02 Desember 2019 20:56 WIB
    11 Warga Gunungkidul Meninggal Akibat HIV/AIDS Selama 2019
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Gunungkidul: 11 warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal akibat HIV/AIDS selama 2019. Kasus serupa hampir terulang setiap tahunnya, bahkan cenderung meningkat.

    "11 (ODHA/orang dengan HIV AIDS) yang meninggal itu sembilan laki-laki dan dua perempuan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka saat dihubungi, Senin, 2 Desember 2019.

    Priyanta mengatakan sejak 2006 hingga kini, jumlah total kasus HIV/AIDS sebanyak 419 kasus. Sementara mulai 2017, kasus HIV/AIDS ada sebanyak 36 kasus. Setahun berselang jumlah kasus meningkat menjadi 48. 

    Lebih rinci kata Priyanta persebaran kasus HIV/AIDS yakni Kecamatan Wonosari dan Girisubo (masing-masing tujuh kasus); Kecamatan Semanu (enam kasus); Kecamatan Gedangsari, Karangmojo, dan Tepus (masing-masing empat kasus); Kecamatan Nglipar, Rongkop, dan Saptosari (masing-masing tiga kasus); Kecamatan Patuk (dua kasus); serta Kecamatan Panggang, Paliyan, Ngawen, Senin, dan Tanjungsari (masing-masing satu kasus). 

    Priyanta menyebut, kasus setiap tahun hampir selalu ada peningkatan. "Tahun depan diprediksi juga mengalami peningkatan," jelas Priyanta.

    Menurut Priyanta ODHA dominan terjadi pada mereka dalam usia produktif. Usianya berkisar 30-39 tahun. ODHA dengan usia itu ada sebanyak 14 kasus.

    Priyanta menyatakan pemerintah telah berupaya menekan penyebaran virus itu. Salah satunya dengan sosialisasi deteksi dini berupa pemeriksaan gratis. Pemeriksaan dilakukan dengan tes Voluntary, Counselling and Testing (VCT).

    Jika terpapar virus tersebut akan dilakukan dengan perawatan dengan baik. Total anggaran untuk pencegahan itu sebesar Rp2,7 miliar per tahun. "Tahun depan akan ada bantuan Reagen. Kami akan fokus memeriksa ibu hamil sebagai upaya deteksi dini," beber Priyanta. 

    Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menambahkan pemerintah perlu bertindak taktik hingga masyarakat bawah. Menurut dia kalangan perempuan yang telah menikah tak menyadari paparan HIV/AIDS berasal dari sang suami. 

    "Korban (terpapar HIV/AIDS) ini banyak dari pasangan sendiri, khususnya ibu-ibu. Pemerintah harus menyikapi dengan serius," kata Endah.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id