400 MW Pasokan listrik ke Bali Melalui Jalur Bawah Laut

    Amaluddin - 29 September 2019 11:01 WIB
    400 MW Pasokan listrik ke Bali Melalui Jalur Bawah Laut
    Aliran listrik UPT Probolinggo dikirim ke UPT Gilimanuk Ketapang Banyuwangi hingga ke Pulau Bali. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Pasokan listrik yang dikirim dari Pulau Jawa ke Bali mencapai 400 megawatt (MW). Aliran listrik ini dikirim melalui jalur bawah laut dari Cable Head Ketapang, Banyuwangi, ke Bali.

    "Ada empat jalur kabel yang kita taruh di bawah laut, Gilimanuk Ketapang, Banyuwangi, ke Bali," kata Manager Unit Pelayanan Teknis (UPT) Probolinggo, Hendrik Mariono, Minggu, 29 September 2019.

    Hendrik mengatakan 400 MW pasokan energi listrik ke Bali, mampu menerangi sekitar empat kabupaten/kota atau 360.000 pelanggan. Cable Head Ketapang disebut merupakan pintu masuk pasokan listrik dari Jatim ke Pulau Bali. 

    "Jadi, ketergantungan listrik Bali ada di Jatim, mencapai sekitar 40 persen pasokan listriknya dari Jatim," kata Hendrik.

    Menurut Hendrik, empat jalur kabel listrik bawah laut dari Jatim ke Bali perlu penanganan serius. Mengingat Bali merupakan objek vital nasional, sehingga harus dijaga 24 jam.

    "Kami menyiagakan personel yang bertugas menjaga aliran listrik selama 24 jam. Serta melakukan inspeksi setiap hari," kata Hendrik.

    Selain menjaga aliran listrik, petugas juga harus memastikan keamanan perawatan kabel listrik bawah laut di Gilimanuk Ketapang, Banyuwangi. Misalnya, memantau radar dan pergerakan lalu lintas kapal di tengah laut antara Pulau Jawa dan Bali.

    "Kapal bisa lewat, tapi kapal tidak boleh menaruh jangkar. Ketika ada kapal melintas, akan berbunyi alarm, melalui pantauan radar. Kami juga bekerja sama dengan TNI AL untuk menjaga kabel listrik bawah laut," ujarnya.

    Sedangkan untuk pola pemeliharaannya, yaitu melalui inspeksi, dengan melihat tekanan listrik. Bahkan bila ada kabel terbuka, secara otomatis dan kurang dari sedetik, aliran akan mati.

    "Jadi, ketika ada kebocoran listrik di bawah laut, secara otomatis listrik akan mati dengan kecepatan yang sangat cepat," kata Hendrik.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id