184 Jiwa Mengungsi Pascakebakaran Limbah Plastik di Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 25 September 2019 14:14 WIB
    184 Jiwa Mengungsi Pascakebakaran Limbah Plastik di Tangerang
    Petugas PMI memeriksa kesehatan pengungsi korban kebakaran rumah pengepul limbah plastik di Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
    Tangerang: Sebanyak 184 jiwa mengungsi pascakebakaran di lapak pengelolaan limbah plastik di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Warga mengungsi ke 10 lokasi yang tersebar di wilayah Kecamatan Benda.

    "Akibat kebakaran itu 19 unit rumah tinggal dan dua unit kontrakan hangus," ujar Kabiro Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Ade Kurniawan, Rabu, 25 September 2019.

    Ade mengatakan para korban mengungsi sejak Rabu pagi. Masyarakat diberikan pelayanan dasar di pengungsian seperti tenda, makanan, dan minuman. 

    "Kami mendirikan dapur umum di kantor Kecamatan Benda selama tiga hari ke depan untuk memberikan logistik kepada pengungsi," katanya.

    Para pengungsi didominasi warga luar daerah. Pascakebakaran, warga tak lagi punya tempat tinggal.

    "Dalam melayani pengungsi, kami juga dibantu instansi terkait untuk memenuhi perlengkapan dapur umum," jelasnya.

    Selain PMI, sejumlah instansi seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan setempat dan Angkasa Pura II turut membantu menyalurkan logistik serta pelayanan kesehatan bagi korban pengungsi.

    "Para pengungsi juga kami cek kesehatannya," tutupnya.

    Peristiwa kebakaran di lapak pengolahan limbah plastik bermula saat para pekerja menggiling limbah menggunakan salah satu mesin. Namun, mesin tersebut mengeluarkan suara keras dan seketika meledak hingga menyambar ke bahan-bahan plastik yang ada di sekitarnya.

    "Akhirnya seperti sekarang ini (kebakaran), jadi pemicunya mesin giling plastik itu," kata Kapolsek Benda Kompol Doddy Ginanjar, Jumat, 20 September 2019.

    Doddy mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Pemeriksaan saksi untuk memastikan penyebab kebakaran akan dilakukan.

    "Standar operasional prosedur (SOP) pekerja disini juga, dan nanti kita selidiki apakah ada kelalaian atau yang lainnya," jelasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id