Hanya Satu Solusi Tangani Sungai Citarum

Bandung: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudharna mengatakan hanya ada satu solusi agar sungai Citarum tak dicemari limbah perusahaan. Yakni kesadaran dari perusahaan itu sendiri. 

"Kita tidak mungkin pelototi perusahaan tiap detik," ungkap Anang, kepada Medcom.id di kantornya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa, 13 Februari 2018.

Anang menjelaskan sosialisasi untuk kelestarian dan larangan perusahaan agar tidak membuang limbah ke Sungai, telah dilakukan oleh gubernur Jabar sejak lama.

"350 perusahaan di Jabar, diundang oleh pak gubernur ke Pakuan, lalu ke Kodam juga untuk sosialisasi. Pada prinsipnya ketika sudah berikan pembinaan, terutama mengenai masalah hukum lalu sampai mereka (berkilah) tidak mengerti dan tidak tahu, itu bohong," tegasnya.

Selain itu, Anang menepis anggapan masyarakat bahwa pemerintah hanya berdiam diri ketika perusahaan mencemari sungai Citarum. DLH telah bergerak sebelum ada program Citarum Bestari.

"Kita dari dulu sudah bergerak, bisa dibayangkan jumlah perusahaan itu ribuan. Kita hormati kewenangan masing-masing. Untuk perizinan perusahaan dilakukan langsung oleh kabupaten atau kota, jadi seharusnya selain memberikan izin mereka juga harus mengawasi dan memberikan tindakan, ketika terjadi pelanggaran," bebernya.

Selanjutnya, Anang menuturkan Pemerintah Provinsi (Provinsi) dalam hal ini berada di posisi sulit pasalnya, sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup pejabat yang diberikan otoritas untuk mengambil kebijakan adalah Menteri Lingkungan Hidup.

"Jadi posisi provinsi ini dalam posisi sulit, ketika ada pengaduan mengenai pelanggaran kepada kami (DLH), maka kami langsung merekomendasikannya kepada pemerintah kabupaten maupun kota," tuturnya.

Terkait dengan empat perusahaan yang diduga kuat mencemari sungai Citarum, Anang menegaskan akan segera memanggil seluruh Kepala Dinas. 

"Kami undang mereka, untuk mengkaji masalah ini ketika itu sudah memenuhi unsur pidana langsung kita limpahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan," pungkasnya.