Banjir Masih Menggenang di Kota Tegal

Tegal: Banjir masih menggenangi sebagian wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah hingga Selasa, 13 Februari 2018 pagi. Sejumlah posko banjir pun dipadati warga yang terpaksa antre mendapatkan nasi bungkus.

Sedikitnya lima kelurahan Kecamatan Margadana yang masih tergenang air setinggi 40 sentimeter. Di antaranya Kelurahan Sumurpanggang, Cabawan, Pesurungan Kidul, Kaligangsa dan Krandon.

Saat bantuan datang, ratusan warga rela berdesakan untuk mendapatkan nasi bungkus di posko bencana banjir Kelurahan Cabawan. Sejumlah warga yang tak sabar sempat saling dorong agar petugas cepat membagi.

Namun aparat Kepolisian dan TNI memprioritaskan orang lanjut usia. Dalam sekejap ratusan nasi bungkus pun ludes.

Ratusan warga juga masih mengungsi di sejumlah lokasi seperti Terminal Bus Kota Tegal, Sekolah, Kantor Pengadilan Agama dan Kantor Kelurahan setempat. Warga yang umumnya telah mengungsi sejak tiga hingga empat hari lalu mengaku kondisi di pengungsian sangat meprihatinkan.

“Disini kami sangat membutuhkan selimut, makanan dan obat obatan. Karena suasana malam dingin, sementara warga hanya tidur bealaskan tikar,” kata pengungsi korban banjir, Wiwi.

Di saat banjir masih menggenangi pemukiman, sejumlah petugas medis mengevakuasi seorang anak yang sakit ke ambulan guna mendapatkan perawatan. Banjir yang tak kunjung surut, mengakibatkan sejumlah pengungsi terpaksa meminta sumbangan kepada pengguna jalan di jalur pantura Sumur Panggang hingga Kaligangsa, Kota Tegal.

Mereka bahkan nekad menghentikan kendaraan untuk meminta uang dengan membawa kardus bekas. Akibatnya jalur pantura barat Kota Tegal, sempat terjadi antrian panjang hingga dua kilometer.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal menjamin ketersediaan logistik untuk para pengungsi korban banjir di wilayahnya. Makanan akan selalu tersedia di dapur umum yang didirikan di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Margadana.

“Sabtu pagi tadi sarapan untuk para pengungsi sudah siap. Saya sudah mengecek langsung bahkan sarapan bersama dengan mereka (pengungsi). Begitu juga makanan untuk para pengungsi selanjutnya, akan selalu disiapkan dengan membuat dapur umum,” kata Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh.

Nursholeh menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal telah mengajukan status keadaan tanggap darurat dan akan segera ditanda tanggani olehnya. Karena status tersebut merupakan syarat dikeluarkannya bantuan dari BPBD untuk pengungsi banjir di Kota Tegal.

Ia menjelaskan, ada dua kelurahan yang paling parah dalam banjir di Kecamatan Margadana, yakni kelurahan Sumur Panggang dan Kelurahan kalinyamat Kulon. Untuk menampung warga korban banjir, terdapat tiga titik posko pengungsian berikut dapur umumnya.

Di antaranya Kantor Kecamatan Margadana, Mushola Nurul Huda dan Masjid Baitul Hikmah. Saat ini BPBD setempat mencatat ada 400 jiwa yang mengungsi di tiga posko tersebut.

“Tak hanya itu, tenaga medis juga sudah disiapkan di beberapa titik. Baik obat-obatan dan mobil ambulan yang siap sedia di posko banjir,” ungkapnya.