Pemprov Jatim dan USAID Bangun 800 Sumur Resapan

    Aditya Mahatva Yodha - 14 Desember 2015 15:29 WIB
    Pemprov Jatim dan USAID Bangun 800 Sumur Resapan
    Peresmian pembuatan sumur resapan air di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Metrotvnews.com/ Aditya Mahatva)
    medcom.id, Malang: Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama United States Agency for International Development (USAID) melalui program Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) meresmikan pembangunan 800 sumur resapan untuk warga di Kecamatan Ngajum dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf mengatakan sumber air baku di Jawa Timur banyak dipenuhi air sungai dan sumber (mata air), dengan adanya program sumur resapan tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan cadangan air baku.

    "Upaya inovatif ini akan membantu meningkatkan cadangan air baku yang bisa dipakai oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih," kata Saifullah Yusuf saat peresmian sumur resapan di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (14/12/2015).

    Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul ini berpesan agar masyarakat merawat dan menjaga sumur resapan itu. Total, ada 800 titik di Kabupaten Malang yang terbagi di Kecamatan Ngajum (528 titik) dan di Kecamatan Lawang (272 titik) yang dibangun sumur resapan.

    "Sumur ini untuk dirawat dan dijaga bersama-sama. Mengingat penurunan debit air dari mata air yang terjadi semakin banyak hingga mencapai angka 20-40 persen," imbuhnya.

    Sementara itu Acting Mission Deputy Director IUWASH, Nancy Fisher Gormley mengatakan air adalah kebutuhan dasar manusia sehingga pemerintah Amerika melalui program ini telah menyumbang sekitar 40 juta dolar untuk menyediakan air bersih bagi dua juta masyarakat.

    "Kami membangun sumur resapan untuk bantu masyarakat yang kekurangan air akibat dari perubahan iklim, 3.400 sumur resapan sudah tersebar di Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.

    Menurutnya, sumur ini membuat PDAM bisa mengandalkan air meski saat musim kering. 

    Salah seorang warga, Suminto, mengaku gembira dengan adanya program 800 sumur resapan ini. Pasalnya, warga merasa masih dapat menjangkau sumber-sumber air meskipun saat musim kemarau.

    "Waktu sosialisasi di Balai Desa dulu, saya dukung program ini karena air saat hujan di sini tidak karuan, saat banjir ada yang menggenang di jalan dan pekarangan namun dengan adanya sumur resapan, air mengalir ke sana," kata Suminto.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id