Ibu Melahirkan di Malang Dijamin Jampersal

    23 Februari 2017 06:58 WIB
    Ibu Melahirkan di Malang Dijamin Jampersal
    Ilustrasi ibu hamil/MTVN/Mohammad Rizal



    medcom.id, Malang: Ibu hamil yang tak mampu dan belum terdaftar BPJS Kesehatan tak perlu mengkhawatirkan proses kelahiran anaknya. Pemerintah Kota Malang menyediakan perogram jaminan persalinan (Jampersal) yang bisa dimanfaatkan gratis.

    Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sumarjono mengatakan, ibu-ibu melahirkan yang tidak dijamin BPJS itu tidak hanya mendapatkan hak layanan persalinan secara gratis, tetapi juga berhak atas delapan item layanan lainnya.






    "Program jampersal ini dapat digunakan untuk delapan item kebutuhan persalinan, seperti mendapatkan sarana transportasi dari rumah tinggal menuju tempat layanan kesehatan. Khusus pasien dari daerah berjarak cukup jauh dari fasilitas kesehatan akan dibiayai sewa rumah tunggu bersalin serta konsumsi pasien selama tiga hari," kata Sumarjono di Malang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Kamis 23 Februari 2017.

    Pemkot Malang mendapat kucuran anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik Rp1,7 miliar untuk menjalankan program Jampersal. Pagu anggaran untuk persalinan normal bakal disediakan Rp750 ribu dan operasi besar Rp7,15 juta.

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan program Jampersal. Di antaranya surat keterangan tidak mampu yang diketahui RT/RW dan lurah, surat pernyataan tidak memiliki JKN/KIS bermaterai Rp6000, serta surat rekomendasi dari Dinsos dan Dinkes.

    "Kami berharap semua ibu hamil bisa mengakses pelayanan persalinan layak, baik secara normal maupun operasi, terutama warga miskin yang belum ter-cover BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya. Program Jampersal ini sebagai upaya menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayinya," jelas dia.

    Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, tingkat kematian ibu melahirkan mengalami peningkatan, meski tidak signifikan. Pada 2015 ada lima kasus ibu meninggal saat melahirkan dan meningkat menjadi enam kasus pada 2016. Sedangkan angka kematian bayi pada 2016 menurun dibanding 2015, dari 116 kasus menjadi 114 kasus.

    "Meski angka itu tergolong rendah jika dibandingkan daerah lain, kami tetap menyayangkan masih adanya kematian bayi dan ibu melahirkan. Harapan kami nol kejadian," ucap dia.

    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id